Tampilkan postingan dengan label Pertandingan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pertandingan. Tampilkan semua postingan

Rabu, 03 Agustus 2016

7 Pesepakbola Top Yang Tidak Pernah Merasakan Piala Dunia

Piala Dunia merupakan kompetisi 4 tahunan yang diikuti oleh berbagai negara dari penjuru dunia manapun, bahkan bisa dikatakan jika Piala Dunia merupakan pesta terbesar sepakbola dunia karena pemain pemain dari negara manapun sangat ingin mengantarkan negarannya untuk bermain di piala dunia. Bahkan banyak pemain-pemain yang memiliki skill di atas rata-rata masih belum bisa untuk mengantarkan negaranya ke pentas piala dunia.

Lalu siapa sajakah pemain-pemain tersebut , Berikut 7 Pesepakbola Bintang Yang Tidak Pernah Merasakan Piala Dunia.


7. Jari Litmanen


The Flying Finn telah memenangkan beberapa gelar Liga Belanda bersama Ajax Amsterdam termasuk Liga Champions pada 1995 silam. Tak hanya itu, Litmanen juga menduduki peringkat 3 dalam voting Pemain Terbaik Eropa 1995. Karir gemilangnya terus berlanjut bersama Liverpool. Piala FA, Worthington Cup dan gelar UEFA Cup pernah dirasakannya bersama The Reds. Tapi di timnas, ikan besar di klub itu terlihat seperti ikan kecil. Alhasil bersama Finlandia, Litmanen selalu menemui kegagalan melaju ke Piala Dunia.

6. Ian Rush


Dialah salah satu putra terbaik Wales. Mesin gol Anfield ini dianggap menjadi salah satu striker menakutkan bersama Liverpool. Namun, sinar terang Rush akan meredup di timnas. Ian Rush seakan berjuang sendiri di timnas.
Alhasil, Ian Rush tak pernah mencicipi Piala Dunia karena Wales selalu gagal lolos.

5. George Best


Dunia mengakui jika Pele, Diego Maradona dan George Best menjadi tiga pemain terbaik yang pernah ada. Namun, nasib menyedihkan harus diterima George Best. Di saat nama besar Pele dan Maradona telah dikultuskan dengan gelar Piala Dunia, tidak dengan Best. Mantan gelandang serang Irlandia Utara ini tak bisa mengangkat negaranya di pentas dunia. Irlandia tak mampu lolos ke Piala Dunia 1982 di Spanyol.

4. Alfredo di Stefano


Tiga negara memperebutkan sosoknya. Ya, Alfredo di Stefano memang tercatat sebagai satu-satunya pemain yang memperkuat tiga negara yakni Argentina, Kolumbia atau Spanyol. Bersama Argentina, ia gagal tampil di Piala Dunia 1950 dan 1954. Sedangkan di PD 1958, timnas Spanyol gagal melaju. Di Piala Dunia Chile 1962, Alfredo di Stefano mengalami cedera.

3. Ryan Giggs


Senasib dengan pendahulunya Ian Rush, Giggs bak matahari tertutup awan. Penampilan fantastisnya di Manchester United tak mampu mendongkrak timnas Wales yang saat itu memang bukan kekuatan sepakbola. Sempat ditawari timnas Inggris, Giggs lebih memilih tak merasakan Piala Dunia dibanding harus mengkhianti tanah leluhur.

2. George Weah


Saat membaca CV George Weah, tentu sederet prestasi dapat menunjukkan kehebatannya. Pemain Terbaik Eropa, tiga kali Pemain Terbaik Afrika, Pemain Terbaik Afrika Abad ini dan berbagai trofi bersama Paris Saint-Germain dan AC
Milan. Weah juga tercatat sebagai top skorer Liga Champions pada 1994/1995. Namun di timnas Liberia, Weah seakan berjuang sendiri. Alhasil, Weah gagal beraksi di Piala Dunia 2002.

1. Eric Cantona


Pada tahun 1988, ia menyebut manajer Perancis Henri Michel dengan sebutan ‘kantong sampah’ dalam sebuah siaran langsung yang disiarkan oleh televisi. Perancis juga tak lolos ke Piala Dunia 1990. Penerus Michel, Michel Platini, membawa Cantona kembali, namun Perancis kembali tak lolos pada tahun 1994. Saat tim bersiap-siap untuk Euro 1996, Cantona didapuk menjadi kapten. Pada bulan Januari 1995, ia melayangkan tendangan kung fu dan meninju pendukung Crystal Palace di tribun setelah dirinya diusir keluar lapangan dan diskors dari selama delapan bulan. Pada saat kembali, Zinedine Zidane menjadi playmaker Perancis dan Les Blues menjuarai Piala Dunia 1998 tanpanya.

Minggu, 31 Juli 2016

5 Wasit Unik Dalam Sepakbola

Berbicara tentang wasit sepak bola tentu kita tahu mereka adalah orang yang menjadi pemimpin dalam pertandingan 2 klub sepakbola di lapangan hijau. Namun banyak wasit memiliki cerita unik di luar lapangan hijau.

Berikut 5 cerita unik Wasit sepakbola dunia.


1. Byron Moreno (Pengadil yang diadili)


Publik sepak bola Italia, bisa saja tidak akan lupa pada wasit asal Ekuador, Byron Moreno. Terutama jika mengingat tersingkirnya Italia dari babak kedua Piala Dunia 2002 Korea-Jepang. Saat itu Azzurri tersingkir karena dikalahkan tuan rumah Korsel 1-2. Yang akan diingat pendukung Italia adalah momen keputusan kontrovesial Moreno yang mengusir Francesco Totti ke luar lapangan dengan kartu merahnya. Bukan hanya itu satu gol Italia juga dianulir. Tapi sepertinya pendukung Italia kini akan merasa puas setelah mendengar Moreno harus mendekam di penjara. Tapi bukan karena keputusan kontroversial itu penyebabnya, melainkan terbukti mencoba menyelundupkan heroin di Bandara John F. Kennedy, New York, Amerika Serikat, pada 2011 lalu. Akibat ulahnya tersebut pengadilan New York memutuskan menahan Moreno selama 2,5 tahun. Pengadil yang harus diadili.


2. Carlos Jose Figueira Ferro (Wasit celana dalam merah)


Kejadian yang menimpa wasit di Liga Brasil, Carlos Jose Figueira Ferro ini cukup menggelikan. Sebagai seorang wasit, Ferro memperlihatkan ketegasannya saat memimpin pertandingan Liga Amatir yang berlangsung di Kota Anama. Salah satunya dengan memberikan kartu merah pada pemain bernama Paulo Coise karena melakukan pelanggaran berbahaya. Tapi saat akan mengeluarkan kartu merah di saku celananya, Ferro malah menarik celana dalam wanita yang juga berwarna merah. Karena malu, pertandingan yang masih tersisa 20 menit akhirnya dihentikan Ferro. Namun yang lebih sial saat pertandingan tersebut sang istri menyaksikan kejadian tersebut di bangku penonton. Tak tanggung-tanggung sebagai hukuman dari aksi memalukan tersebut, sang istri langsung mengajukan gugatan cerai pada suaminya usai pertandingan. Sudah jatuh tertimpa tangga pula Ferro.


3. Francisco Chaves (Wasit pembunuh)


Kalau cerita dari wasit, Gregorio Edio Francisco Chaves yang juga berasal dari Brasil ini cukup mengerikan. Sebagai pengadil di lapangan hijau, Chaves akhirnya akan diadili di meja hijau. Tuntutannya karena Chaves melakukan penusukan hingga tewas terhadap pemain saat pertandingan. Kejadiannya saat itu Chaves memimpin pertandingan Liga Amatir antara tuan rumah Redencao melawan Boa-Fe di Barreira. Karena telah terjadi pelanggaran oleh Francisco da Silva pemain Redencao, Chaves meniup peluit tanda pelanggaran. Namun Francisco tidak terima dengan keputusan tersebut dan menendang Chaves hingga terjadi perkelahian. Melihat perkelahian tersebut, Jose da Silva yang juga saudara Francisco datang melerai. Namun nahas bagi Jose saat akan melerai perkelahian, Chaves ternyata membawa pisau dan melakukan penusukan terhadap Jose hingga tewas. Karena pertandingan amatir, laga tanpa di kawal pihak kepolisian dan Chaves pun bisa kabur dari lapangan. Dan beberapa hari kemudian Chaves menyerahkan diri. Nekad bener wasit yang satu ini.


4. Iturralde Gonzalez (Wasit musisi punk)


Selain sebagai seorang wasit, Gonzales menyisakat cerita unik tentang pribadinya. Saat di luar lapangan, ternyata Gonzales adalah seorang gitaris band Punk Rock, Eztanda di Spanyol.
Lebih uniknya lagi, Gonzales memiliki terapi unik sebelum memimpin sebuah pertandingan. Untuk menghilangkan nerveous saat menjadi sang pengadil, Gonzales akan mendengarkan lagu “The Memory Remains” milik Metallica. Dan kalau sukses setelah memimpin laga, lagu-lagu legend Reggea, Bob Marley akan menemani hari-harinya. Terapi yang unik dan patut dicoba.


5. Bibiana Steinhaus (Wasit salah tepuk)



Kejadian unik berikut ini pasti sangat dinanti pesepakbola pria lainnya.  Insiden berlangsung dalam pertandingan Divisi 2 Liga Jerman antara Hertha Berlin melawan Alemannia Aachen yang dipimpin wasit wanita, Bibiana Steinhaus. Pada menit 55 terjadi pelanggaran oleh salah seorang pemain Hertha, Peter Niemeyer tepat di dekat Bibiana. Setelah menghentikan permainan, Niemeyer berjalan sambil membelakangi Bibiana dan bermaksud menepuk pundaknya. Namun bukan mendarat di pundak sang wasit cantik ini, tapi bersarang di (maaf) payudaranya. Karena merasa salah sentuh, Niemeyer pun lantas meminta maaf secepatnya atas kesalahan yang tak sengaja dilakukannya dan wasit cantik itu hanya tersenyum.

Jumat, 29 Juli 2016

7 Cedera Patah Kaki Paling Mengerikan Dalam Sepak Bola

Cedera parah yang menimpa mantan striker Chelsea, Demba Ba baru-baru ini mengundang banyak simpati bukan hanya dari pelaku langsung sepak bola namun juga dari publik.

Cedera Ba juga mengonfirmasi jika dunia sepakbola merupakan olahraga keras dengan risiko cedera yang sangat tinggi. Bukan kali ini saja cedera horor terjadi di lapangan hijau, cukup banyak pemain yang cedera super parah akibat tekel lawan, bertabrakan, salah jatuh, bahkan saat melakukan selebrasi.
Berikut adalah 7 Cedera Patah Kaki Paling Mengerikan Dalam Sepak Bola

1.) Demba Ba


Diawali dari cedera parah yang menimpa mantan penyerang Chelsea, Demba Ba. Dia mengalami patah tulang kaki kiri yang parah hingga disebut akan mengancam kariernya.

Cedera parah itu dialami oleh Ba saat melakoni pertandingan derby kota Shanghai antara Shanghai Shenhua melawan Shanghai SIPG, Minggu (17/7/2016), di Hongkou Football Stadium.

Dalam satu duel dengan bek SPIG, Sun Xiang, Ba mengalami cedera patah kaki kiri. Benturan itu terjadi di babak kedua pertandingan.

Ba harus ditandu keluar saat pertandingan masih menyisakan waktu selama 20 menit. Pelatih Shenhua, Gregorio Manzano, sampai pesimitis bahwa pemain 31 tahun itu bakal bisa bermain lagi usai cedera horor itu.

"Itu bisa mengakhiri karier profesionalnya," kata Manzano seperti dilansir oleh BBC Sport.

Di laga itu, Shenhua memetik kemenangan dengan skor akhir 2-1. Gol-gol tim tuan rumah dicetak oleh Yunding Cao dan hasil penalti Fredy Guarin. Sementara gol SPIG dibukukan oleh Lei WU.

Pertandingan itu juga diwarnai dengan kartu merah. Satu untuk pemain SPIG, Jiajie Wang, dan satu buat pemain Shenhua, Jiajun Bo.


2.) Aaron Ramsey


Aaron Ramsey mengalami patah kaki ketika bermain dalam sebuah pertandingan antara Arsenal melawan Stoke City tahun 2010. Tulang tibia dan fibula kaki kanan ramsey patah akibat tekel dari Ryan Shawcross. Kedua pemain berupaya memperebutkan bola sebelum terjadi insiden di babak kedua itu.
Kini Ramsey telah bangkit dan menjadi andalan The Gunners dan timnas Wales yang sedang dalam performa menanjak.

3.) David Busst


Pertandingan yang digelar di Old Trafford bulan April 1996, bek Coventry David Busst bertubrukan dengan bek Manchester United Denis Irwin. Akibatnya, Busst mengalami patah kaki yang sangat parah dengan tulang keluar dari daging dan kulit bahkan darahnya harus dibersihkan dari lapangan. Dia mengalami patah tulang tibia dan fibula dan tidak pernah bisa bermain secara profesional lagi. Kiper Inggris Peter Schmeichel, yang menyaksikan cedera, harus melakukan konseling karena mengalami trauma.

4.)Francesco Totti


Pada 19 Februari 2006, saat bermain di Coppa Italia melawan Empoli, Francesco Totti mengalami cedera kaki serius, fibula kirinya patah dan membuat ligamen interkoneksi terputus dengan maleolus.
Kemudian malam yang sama ia dioperasikan oleh ahli bedah terkenal di Italia. Dan Totti masih disegani sebagai pemain hebat hingga kini.

5.) Luc Nilis


Setelah hanya 4 menit dalam pertandingan Liga Primer, striker Belgia Luc Nilis menderita patah tulang lutut ganda ketika bertabrakan dengan kiper Ipswich Town Richard Wright, pada September 2000. Karena cedera parah, Nilis memutuskan pensiun dari sepak bola.

6.) Djibril Cisse


Cisse mengalami patah kaki kanan sangat parah setelah dilanggar oleh bek Shandong Luneng. Kejadian itu terjadi dalam pertandingan sepak bola persahabatan internasional di Saint Etienne, antara timnas Prancis dengan Cina pada tahun 2006. Cisse juga mengalami patah kaki ketika membela Liverpool.

7.) Marcin Wasilewski



Wasilewski mengalami patah tulang kaki terbuka saat Anderlecht menghadapi Standard Liege di laga super panas Liga Jupiler Belgia. Kakinya patah saat berduel dengan Axel Witsel. Pemain bertahan itu melakukan comeback sembilan bulan kemudian.

Selasa, 28 Juni 2016

5 Pemain Dengan Selebrasi Paling Nyeleneh dan Kontroversial

Selebrasi merupakan hal wajib bagi pemain sepak bola setelah berhasil mencetak gol. Dari sekian banyak selebrasi, ada juga selebrasi unik yang dilakukan oleh beberapa pesepakbola.

Bagi seorang pemain, mencetak gol dan berhasil membawa tim yang dibela meraih kemenangan merupakan hal membanggakan dan merupakan tujuan dari semua pesepakbola. Maka dari itu, demi bisa mencatatkan namanya di papan skor, semua pesepakbola akan memanfaatkan peluang sekecil apapun untuk berhasil mencetak gol dan membawa kemenangan untuk timnya.

Berbagai gaya dikeluarkan setelah mencetak gol mulai dari berteriak, berlari ke arah suporter, memeluk rekan satu tim dan lain sebagainya.

Namun ada juga beberapa selebrasi nyeleneh bahkan hingga menimbulkan kontroversial yang dilakukan pesepakbola.
Berikut 5 Pemain Dengan Selebrasi Paling Nyeleneh dan Kontroversial.

1. Mario Balotelli

 


Balotelli adalah salah satu pemain yang dimiliki Italia. Namun, skill mumpuni yang dimiliki mantan pemain Manchester City ini kalah dibandingkan aksi konyol nya di dalam ataupun luar lapangan.

Salah satu aksi konyolnya adalah saat masih bermain untuk City dengan melakukan selebrasi saat memetik kemenangan 6-1 atas Manchester United di Old Trafford, 23 Oktober 2011. Super Mario bermain sejak menit pertama, Balotelli berhasil mencetak gol pada menit ke 22 dan 60.

Saat mencetak gol pembuka pesta kemenangan The Citizens, Balotelli membuka jersey nya dan memperlihatkan kaos dalam bertuliskan "Why Always Me?". Hal itu dilakukan mantan pemain Inter Milan dan AC Milan tersebut sebagai sindiran kepada media Inggris yang sering membuat berita negatif tentang dirinya.


2. Luis Suarez


Penyerang timnas Uruguay ini tak pernah lepas dari aksi kontroversi ketika sebelum pindah ke Barcelona. Salah satu aksi kontroversinya di lapangan adalah saat melakukan selebrasi usai membobol gawang Everton di pertandingan pekan ke-9 Liga Primer Inggris saat itu ia masih bermain bersama Liverpool, pada 28 Oktober 2012.

Pada peertandingan yang berlangsung di Stadion Goodison Park tersebut, Suarez berhasil mencetak gol ke gawang Everton pada menit ke-14. Pemain berjuluk El Pistolero itu berlari ke arah bench The Toffees, sembari menjatuhkan diri seolah tengah melakukan aksi diving.

Selebrasi tersebut diyakini sebagai aksi balasan Suarez terhadap komentar pelatih Everton saat itu, David Moyes sebelum pertandingan. Moyes menyoroti reputasi Suarez sebagai pemain yang sering melakukan diving.
Namun, pada pertandingan tersebut Liverpool ditahan imbang dengan skor 2-2.


3. Emmanuel Adebayor


Pemain asal Togo ini memilih hengkang dari Arsenal dan hijrah ke Manchester City pada musim panas 2009. Mendapat gaji besar adalah salah satu alasan Adebayor untuk angkat kaki dari Emirates Stadium ke Etihad Stadium. Keputusannya itu mendapat cemoohan dan kritikan dari para suporter Arsenal.

Dia akhirnya berjumpa dengan mantan klubnya pada 12 September 2009. Pada pertandingan yang digelar di Emirates Stadium tersebut, The Citizens sukses meraih kemenangan dengan skor 4-2. Dan Adebayor berhasil menyumbang satu gol pada menit ke-80.

Setelah mencetak gol dengan sundulan, pemain 30 tahun tersebut berlari dari ujung lapangan ke ujung lapangan tempat di mana fans Arsenal berada. Dia berlutut sembari membentangkan tangannya di hadapan para fans Arsenal.

Selebrasi nyeleneh Adebayor tersebut mengundang kemarahan fans Arsenal. Akibatnya, sepanjang pertandingan fans Arsenal menghina mantan pemain Arsenal itu. Meski pada akhirnya meminta maaf, namun Adebayor yang kini membela Tottenham Hotspur diskorsing dua pertandingan dan denda 20 ribu poundsterling.


4. Stephen Ireland


Nama Ireland cukup terkenal saat membela Manchester City di waktu 2005 hingga 2010. Meski tak sekalipun mempersembahkan gelar juara, namun pemain kelahiran 22 Agustus 1986 ini adalah salah satu pemain penting di lini tengah The Citizens.

Dari 23 gol yang dicetak bersama Man City, Ireland pernah sekali melakukan selebrasi unik. Dan itu dilakukannya saat melawan Sunderland di laga Liga Primer Inggris, 5 November 2007.

Menerima umpan lambung Darius Vassel dari sisi kiri, Ireland langsung mengirimkan bola ke dalam gawang Sunderland dengan tendangan voli pada menit ke-67. Setelah mencetak gol, Ireland berlari dan menurunkan celananya. Akibatnya, pakaian dalam Ireland dengan logo Superman terlihat jelas. Beruntung, ia tidak mendapatkan sanksi dari FA.


5. Robbie Fowler



Fowler adalah salah satu pesepakbola yang jarang melakukan aksi kontroversial baik di dalam maupun luar lapangan. Namun, ia pernah melakukan selebrasi nyeleneh yang masih diingat sampai sekarang, yaitu saat bermain bersama Liverpool pada pertandingan melawan Everton di laga lanjutan Liga Primer Inggris musim 1998/99.

Sebelum pertandingan yang digelar di Stadion Goodison Park, pada 3 April 1999, Fowler ditimpa isu tak sedap. Legenda The Reds ini dituding pendukung The Toffees sebagai pengguna kokain. Tuduhan itu pun membuat kuping Fowler panas.


Setelah mencetak gol pembuka untuk The Reds melalui tendangan penalti pada menit ke-15, Fowler seketika melakukan selebrasi dengan menghirup garis putih di dekat gawang seolah-olah itu adalah kokain. Kendati sukses membawa Liverpool menang 3-2, namun selebrasi provokatif tersebut membuat pemain yang kini berusia 39 tahun tersebut diganjar skorsing empat laga plus denda 60 ribu poundsterling.


Baca Juga :

Sabtu, 04 Juni 2016

7 Tragedi Terburuk Dalam Sepak Bola

Di dunia ini memang semua manusia tidak akan tahu apa yang akan terjadi selanjutnya terhadap dirinya, bisa jadi kejadian yang ia harapkan yang terjadi atau bisa juga kejadian yang tidak diinginkan seperti sebuah tragedi kecelakaan. Dalam sepak bola juga sudah banyak terjadi tragedi berdarah yang tidak disangka dan diinginkan, tetapi itu semua adalah kehendak Tuhan Yang Maha Esa.
Berikut adalah 7 Tragedi Terburuk Dalam Sepak Bola versi FTS90

 1.)Tragedi Stadion Ibrox

  • Tanggal: 5 April 1902
  • Lokasi: Stadion Ibrox, Glasgow, Skotlandia


Diawali dari sejarah buruk sepak bola Skotlandia. Saat itu tengah digelar pertandingan antara timnas Skotlandia dan Inggris.

Tragedi tersebut terjadi saat pertandingan berjalan pada menit ke-51, tribun selatan bagian belakang runtuh yang sebenarnya baru dibangun, tribun yang terbuat dari kayu ini runtuh karena hujan deras yang mengguyur pada malam sebelumnya. Para suporter jatuh dari ketinggian 12 meter kebawah tribun, 25 orang meninggal dan mencederai 517 orang lainnya.
Dan sedihnya, Stadion Ibrox kembali mengalami tragedi pada tahun 1961 dan 1971.              


2.) Tragedi Ibrox Kedua

  • Tanggal: 2 Januari 1971
  • Lokasi: Stadion Ibrox, Glasgow, Skotlandia


Lagi, Tragedi terjadi di Stadion Ibrox. Saat itu sedang digelar pertandingan antara Rangers dan Celtic, laga masih berkedudukan imbang 0-0 sampai menit 89, namun Celtic berhasil membobol gawang Rangers di menit-menit akhir pertandingan, sehingga kedudukan berubah menjadi 1-0 untuk Celtic, dan para suporter Rangers mulai meninggalkan stadion. Kerumunan suporter Rangers yang meninggalkan stadion secara bersamaan dan berdesakan menimbulkan kepanikan saat banyaknya orang yang terjepit, dan kehabisan nafas termasuk anak-anak, dan menewaskan 66 orang serta mencederai lebih dari 200 orang lainnya.

Lebih mengkhawatirkan lagi, disaat detik-detik terakhir perpanjangan waktu, Rangers berhasil menyamakan kedudukan lewat gol dari Colin Stein, dan para penonton yang sudah meninggalkan stadion kembali mencoba masuk ke dalam, sehingga bentrok dengan penonton yang ingin keluar. Para ofisial tidak sependapat dengan ini karena mereka mengklaim para penonton sama-sama berjalan beriringan keluar stadion. Bagaimanapun, rumor dari gol yang dibuat Colin Stein masih ramai diperbincangkan dan dipercayai hingga tahun-tahun berikutnya.


3.) Tragedi Heysel

  • Tanggal: 29 Mei 1985
  • Lokasi: Stadion Heysel, Brussels, Belgia



Pada final Liga Champions 1985 yang mempertemukan Liverpool melawan Juventus, laga tersebut digelar di Stadion Heysel, Belgia. Tembok di stadion Heysel rubuh sebelum pertandingan berjalan. Tembok stadion itu rubuh karena desakan dari para suporter Juventus yang mencoba menjauh dari para fans Liverpool yang mencoba mendesak dan menyerang mereka, akibatnya sebanyak 39 suporter meninggal dan 600 lainnya terluka, kebanyakan korban adalah para suporter Juventus.

Saat pertandingan berlangsung, kepolisian setempat masih mencoba untuk meredam aksi anarkis para suporter. Dan pertandingan itu dimenangkan oleh Juventus melalui penalti kontroversial Michel Platini. Dan semenjak kerusuhan ini, klub Inggris dilarang bertanding di semua ajang kompetisi UEFA, dan larangan ini baru dicabut pada tahun 1990-1991.

Latar belakang dari kejadian ini adalah pada tahun sebelumnya (1984) saat Liverpool juga mencapai partai final dari kejuaraan yang sama dan menghadapi AS Roma, di stadion Olympico, Roma. Liverpool menang melalui adu penalti. Dan setelah partai final itu, Suporter AS Roma menyerang suporter Liverpool, sampai-sampai suporter Liverpool harus dikawal kepolisian setempat saat kembali ke hotel dan beberapa ada yang berlindung di Kedutaan Inggris. Dan suporter Liverpool mencoba membalasnya kepada sesama suporter klub Italia.

4.) Tragedi Kebakaran di Bradford

  • Tanggal: 11 Mei 1985
  • Lokasi: Stadion Valley Parade, Bradford, England



Kali ini api yang menjadi sumber petaka. Pada hari dimana tim sepakbola Bradford City merayakan titel juara Liga Divisi Tiga. Kejadian terjadi saat pertandingan tim Bradford City melawan Lincoln City. Disaat pertandingan berjalan, salah satu suporter berulah dengan membuang puntung rokok yang masih menyala dan melemparnya ke belakang tribun stadion yang terdapat bahan-bahan yang mudah terbakar seperti tumpukan koran dan kain.
Dan kemudian, 5 menit sebelum babak pertama berakhir, asap putih muncul dari tribun belakang dimana puntung rokok dibuang, dan polisi mulai menginstruksikan para suporter untuk pindah dari blok G, tempat dimana api mulai terlihat. Dan 3 menit kemudian, wasit menghentikan pertandingan yang saat itu masih berkedudukan imbang 0-0.

Saat para suporter hendak dievakuasi turun ke lapangan, ada beberapa yang masih terjebak terjebak di tribun blok G, para suporter yang ada di dalam stadion juga mencoba mendobrak pintu keluar yang dikunci untuk menghindari suporter lain masuk saat pertandingan, dan itu benar-benar menolong banyak nyawa para penonton yang panik akibat kebakaran hebat di tribun. Banyak kayu dan material yang meleleh jatuh menimpa para penonton yang berusaha menyelamatkan diri. Dan total penonton yang tewas sebanyak 56 orang dan ikut mencederai lebih dari 250 lainnya. Ironisnya banyak dari para suporter yang merayakan setelah berhasil keluar dari stadion, seperti mereka berhasil membakar orang atau sebagainya.


5.) Tragedi Luzhniki

  • Tanggal: 20 Oktober 1982
  • Lokasi: Stadion Lenin, Moskow


Kejadian ini terjadi saat perhelatan UEFA Cup antara Spartak Moscow melawan Haarlem pada 20 Oktober 1982. Tragedi ini sengaja ditutupi untuk kebaikan masyarakat Uni Soviet pada waktu itu. Tiket pertandingan ini sebenarnya hanya terjual sedikit, hanya tribun bagian Timur saja yang dipenuhi oleh para suporter, dan hanya satu pintu gerbang keluar yang terbuka.

Beberapa menit sebelum pertandingan berakhir, Spartak Moscow masih memimpin dengan skor 1-0, dan beberapa penonton mulai terlihat meninggalkan lapangan, tetapi saat injury time, Spartak Moscow berhasil mencetak gol kedua oleh Sergei Shyetsov.

Tetapi Sergei Shyetsov mengatakan “akan lebih baik kalo saya tidak mencetak gol tersebut”, dan beberapa penonton yang sebelumnya akan meninggalkan stadion kembali ke dalam dan berhadapan dengan para penonton yang juga ingin keluar, mengakibatkan kepanikan tersendiri yang menyebabkan 66 orang tewas, walaupun banyak saksi yang mengatakan jumlah sebenarnya adalah lebih dari 340 orang. Jika itu benar, maka kejadian ini adalah tragedy terburuk sepanjang sejarah. Dan menurut beberapa saksi, kepanikan saat itu menyebabkan tangga tribun yang licin ambruk sehingga menimbulkan efek domino dan banyak penonton yang terhimpit dan terinjak-injak.


6.) Tragedi Hillsborough

  • Tanggal: 15 April 1989
  • Lokasi: Stadion Hillsborough, Sheffield, Inggris



Tragedi terburuk sepanjang sejarah sepakbola Inggris ini terjadi saat pertandingan semifinal FA Cup antara Liverpool melawan Nottingham Forest yang digelar di stadion Hillsborough ( stadion yang biasa dipakai untuk pertandingan semifinal FA Cup pada tahun 80an).

Saat itu polisi khawatir dengan jumlah fans Liverpool yang cukup banyak di luar stadion, dan membuka pintu gerbang utama yang menyebabkan beberapa fans Liverpool yang masuk melalui gerbang itu secara bersamaan.

Dan saat itu stadion juga sudah penuh dengan para suporter yang sudah siap menyaksikan pertandingan tersebut, akibat desakan para fans Liverpool yang masih berusaha masuk dan memaksa para polisi untuk membuka gerbang masuk lainnya, dengan tujuan para penonton di dalam bisa keluar stadion untuk menghindari kelebihan kapasitas stadion, tapi banyak yang tidak mengerti dan akhirnya para penonton mulai menyelamatkan diri dengan berusaha keluar melalui gerbang lainnya dan ada juga yang memanjat keluar, tetapi keadaan sudah terlambat, banyak suporter yang terhimpit dan sesak nafas.

Total korban tewas saat itu 94 orang dan mengakibatkan 766 lainnya terluka, namun 4 hari setelah kejadian itu, korban bertambah satu menjadi 95 korban, karena gadis 14 tahun yang terluka saat kejadian itu akhirnya meninggal di rumah sakit, dan 4 tahun kemudian kembali bertambah menjadi 96 korban tewas, karena akhirnya pria yang koma akibat kejadian itu meninggal dunia pada tahun 1993.


7.) Tragedi Guatemala

  • Tanggal: 16 Oktober 1996
  • Lokasi: Stadion Nasional Mateo Flores, Guatemala



Tragedi yang mengakibatkan lebih dari 80 orang tewas yang kebanyakan adalah remaja, dan mengakibatkan lebih dari 150 orang luka-luka ini terjadi di Stadion Nasional Mateo Flores, Guatemala.

Saat perhelatan kualifikasi Piala Dunia antara timnas Guatemala melawan timnas Kosta Rika, stadion yang hanya berkapasitas 45.800 itu dipenuhi oleh lebih dari 60.000 penonton, menurut beberapa media saat itu, dikarenakan banyak pihak yang menjual tiket palsu untuk pertandingan tersebut akhirnya penonton melebihi kapasitas.

Tragedi terjadi sekitar satu jam sebelum wasit meniup peluit kick-of, karena penonton semakin bertambah melebihi kapasitas stadion, banyak yang terjepit, terinjak-injak dan patah tulang, dan para ofisial akhirnya membatalkan pertandingan tersebut dan mulai mengevakuasi para korban tewas ke dalam lapangan. Banyak pihak menyalahkan para penjaga pintu gerbang yang terus membiarkan masuk para penonton walaupun sudah melebihi kapasitas stadion.


Baca Juga :


Kamis, 12 Mei 2016

Perjuangan Duo Madrid Menuju Final Liga Champions Musim Ini

Tak terasa Liga Champions Eropa sudah mencapai babak final yang akan mempertemukan dua tim sekota, yaitu antara Real Madrid dan Atletico Madrid. Pertandingan tersebut mengingatkan final Liga Champions 2014 yang mempertemukan dua tim tersebut, yang saat itu Real Madrid berhasil meraih kemenangan dengan skor 4-1 dan meraih gelar La Decima. Pertandingan final musim ini akan digelar di Sansiro, Milan pada 28 Mei 2016.

Berikut perjuangan Real Madrid menuju final Liga Champions:

Penyisihan Grup A:
Pada penyisihan grup, Real Madrid mendapat tempat di grup A. Saingan terberat Real Madrid pada grup A adalah PSG. Tetapi dengan mudah Real Madrid bisa merajai grup A, yang dihuni juga oleh Shakhtar Donetsk dan Malmo FF.

Berikut hasil pertandingan Real Madrid di penyisihan grup A :

Real Madrid 4 - 0 Shakhtar Donetsk
Malmo FF 0 - 2 Real Madrid   
PSG 0 - 0 Real Madrid
Real Madrid 1 - 0 PSG
Shakhtar Donetsk 3 - 4 Real Madrid
Real Madrid 8 - 0 Malmo FF

Babak 16 besar:
Real Madrid berhasil lolos ke babak 16 besar dengan mudah, karena berada di posisi puncak klasemen, disusul oleh PSG sebagai runner up grup A. Pada babak 16 besar ini, Real Madrid bertemu dengan salah satu klub raksasa Serie A yakni AS Roma.

Leg 1 : AS Roma 0 - 2 Real Madrid
Leg 2 : Real Madrid 2 - 0 AS Roma

Babak perempat final:
Lagi, Real Madrid terlihat sangat mudah untuk lolos ke perempat final setelah berhasil mengalahkan AS Roma dibabak 16 besar dengan agregat 4-0 untuk kemenangan Madrid.

Leg 1: Wolfsburg 2 - 0 Real Madrid
Leg 2 :  Real Madrid 3 - 0 Wolfsburg   

Babak semifinal:
Setelah sebelumnya Madrid terlihat cukup mudah meraih kemenangan, namun untuk bisa lolos ke semi final, Real Madrid mendapat kejutan dari Wolfsburg. Pada leg pertama babk perempat final, Real Madrid harus takluk dengan skor 2-0 dari Wolfsburg, yang kemudian dibalas 3-0 pada leg kedua di Santiago Bernabue. Kali ini Madrid harus menghadapi Manchester City yang baru pertama kali lolos ke babak semi final Liga Champions.

Leg 1: Manchester City 0 - 0 Real Madrid
Leg 2 : Real Madrid 1 - 0 Manchester City



Berikut perjuangan Atletico Madrid menuju final Liga Champions:

Penyisihan Grup C:
Pada Penyisihan grup C, Atletico terlihat cukup mudah dalam meraih kemenangan sehingga berhasil menjadi pemuncak klasemen grup C dengan total point 13.

Galatasaray 0 - 2 Atlético Madrid
Atlético Madrid 1 - 2 Benfica   
Atlético Madrid 4 - 0 Astana
Astana 0 - 0 Atlético Madrid
Atlético Madrid 2 - 0 Galatasaray
Benfica 1 - 2 Atlético Madrid

Babak 16 besar:
Atletico lolos ke babak 16 besar setelah berhasil menjadi pemuncak di grup C. Lawan Atletico Madrid pada babak ini adalah PSV.

Leg 1 : PSV 0 - 0 Atlético Madrid
Leg 2 : Atlético Madrid 0 - 0 PSV (Atletico menang adu penalti 8-7)

Babak perempat final:
Setelah sebelumnya cukup alot untuk Atletico lolos ke babak perempat final dengan mengalahkan PSV lewat adu penalti dengan skor 8-7. Akhirnya Atletico berhasil lolos ke perempat final untuk menantang rivalnya di Liga Spanyol yakni Barcelona.

Leg 1 : Barcelona 2 - 1 Atlético Madrid   
Leg 2 : Atlético Madrid 2 - 0 Barcelona

Babak semifinal:
Atletico lolos ke semi final setelah mengalahkan Barcelona dengan agregat 3-2. Pada babak semi final ini, Atletico bertemu dengan lawan yang berat yakni Bayern München. Dan akhirnya Atletico berhasil melaju ke final setelah mengalahkan Bayern München dengan agregat 2-2 karena Atletico berhasil mencetak satu gol tandang.

Leg 1 : Atlético Madrid 1 - 0 Bayern München

Leg 2 : Bayern München 2 - 1 Atlético Madrid

Rabu, 04 Mei 2016

Jelang leg 2 : Real Madrid Vs Manchester City

Babak semi final Liga Champions musim ini sudah mendapat satu tim yang lolos ke babak final yang akan digelar di San Siro. Pertandingan leg ke 2 yang menentukan siapa yang akan menghadapi Atletico Madrid yang lolos ke final dengan mengalahkan Bayern Munchen 2-1 dini hari tadi, yaitu antara tuan rumah Real Madrid melawan tim yang pertama kali melaju ke semi final Liga Champions yakni Manchester City.

  • ·  Kembalinya Cristiano Ronaldo

Menjelang pertandingan besar pada leg ke 2 antara Real Madrid Vs Manchester City pada semi final Liga Champions, kabar gembira datang dari skuad Los Blancos,  karena pemain andalannya, Cristiano Ronaldo berkesempatan besar kembali bermain.

Hal tersebut diungkap pada akun twitter @realmadriden, Minggu (01/05/2016), yang memperlihatkan Cristiano Ronaldo sudah kembali menjalani sesi latihan bersama para punggawa Real Madrid lainnya sehingga mempertegas peluangnya untuk kembali membela El Real di leg ke 2.

Sebagaimana diketahui, sebelumnya Cristiano Ronaldo sempat absen sebanyak tiga pertandingan yang dilakoni Real Madrid, ia mengalami cedera sehingga membuat pesepakbola berkebangsaan Portugal tersebut harus menjalani proses pemulihan.

"Ronaldo baik-baik saja, dia fit 100%. Dalam sepekan dia sudah berlatih dengan tim utama. Kami bersyukur dia bisa pulih lebih cepat," kata pelatih Madrid, Zinedine Zidane.
"Menghadapi Manchester City, kami harus sabar dan tidak boleh panik. Kami akan memainkan sepak bola seperti biasanya. Tak ada strategi khusus, apalagi untuk mengawal Sergio Aguero yang jadi sosok penting di kubu Manchester City," jelasnya yang dilansir dari situs UEFA.


  • ·  Prediksi

Pada pertandingan leg kedua Semifinal Liga Champions ini diprediksi akan berjalan dengan ketat. Hal ini dikarenakan pada leg pertama kedua tim memperoleh hasil seri dan keduanya sama-sama berambisi untuk lolos ke final Liga Champions, di mana El Real mengincar trofi Un Decima mereka sedangkan The Citizens berhasrat untuk lolos ke partai final Liga Champions untuk pertama kalinya dalam sejarah.

Kemungkinan kedua tim untuk lolos ke final sama-sama besar. Namun pada leg ke 2 ini Real Madrid mendapat keuntungan dengan bermain di kandang sendiri, sedangkan City harus menjalani dua partai tandang berurutan. Tetapi Real Madrid sedikit tidak diuntungkan karena mereka gagal mencetak gol tandang, sehingga mereka tidak boleh membiarkan Manchester City meraih keunggulan gol tandang pada pertandingan ini.

Perkiraan susunan pemain :
Real Madrid:
Navas; Carvajal, Ramos, Pepe, Marcelo; Modric, Kroos, Isco; Bale, Jese, Ronaldo

Man City:
Hart; Sagna, Otamendi, Kompany, Clichy; Fernando, Fernandinho; Navas, De Bruyne, Sterling; Aguero


Prediksi FTS90 pada laga ini adalah 3-1. Bagaimana prediksi Anda?

Selasa, 26 April 2016

6 Tim Yang Hanya dan Terlalu Mengandalkan Kiper

Tim yang memiliki kolektivitas bermain sulit ditaklukkan, dan kerap menghasilkan prestasi di akhir musim.
Dalam sepak bola modern, hasil akhir pertandingan tak jarang ditentukan oleh satu pemain, yang memiliki kemampuan melebihi rekan setimnya.

Pemain tersebut tak mesti harus seorang striker, gelandang, atau bek, bahkan kiper juga dapat melakukannya. Penjaga gawang kerap tidak mendapatkan banyak pujian setelah laga berakhir, padahal jika dilihat kembali jalannya pertandingan. Sebagian kiper klub menampilkan aktraksi hebat ketika menepis peluang lawan, dan menjaga gawang tetap clean sheet.

Tim yang memiliki ketergantungan dengan mengandalkan kipernya,  merupakan indikasikan jika pertahanan yang dimiliki tim tersebut buruk alias rapuh dan mudah diterobos lawan. Kondisi tersebut juga bisa berakibat fatal jika sang kiper sudah terlalu lelah akibat bekerja keras untuk mengamankan gawangnya.

Berikut 6 Tim Yang Hanya dan Terlalu Mengandalkan Kiper versi FTS90.

1.) Arsenal  ( Petr Cech )


Pelatih Arsenal, Arsene Wenger membeli Petr Cech dari Chelsea untuk bermain di posisi kiper Arsenal, setelah pada beberapa musim sebelumnya ditempati oleh kiper yang bisa dibilang minim pengalaman seperti Wojciech Szcesny, Vito Mannone, dan Lukasz Fabianski.

Baru semusim dibeli dari Chelsea, Cech yang sudah berpengalaman dan meraih banyak prestasi bersama Chelsea langsung membawa The Gunners bersaing memperebutkan gelar juara Premier League, terakhir kali diraih Arsenal pada 2004.

Ucapan dari kapten Chelsea, John Terry, yang berkata: “memiliki Cech sama saja memberikan banyak poin kepada klub benar adanya”. Inkonsistensi duet bek Arsenal yang dihuni Laurent Koscielny, Gabriel Paulista, dan Per Mertesacker terbantu dengan penyelamatan krusial Cech dalam beberapa laga.

2.) Spanyol ( Iker Casillas )


Apakah Anda masih ingat pada pembukaan Piala Dunia 2014? Laga pembuka tersebut mempertemukan Spanyol melawan Belanda, dimana Tim Oranje membabat habis sang juara bertahan dengan skor telak 5-1, pada 14 Juni 2014. Kekalahan memalukan ini membuat La Furia Roja menjadi juru kunci Grup B.
Seperti dilansir salah satu media, banyak kesalahan yang dilakukan Vicente Del Bosque, sehingga membuat langkah Spanyol dianggap telah terhenti. Salah satu faktor penyebab hal tersebut adalah Timnas Spanyol terlalu mengandalkan Casillas.
Mantan pemain Real Madrid ini menjadi salah satu biang kekalahan telak Spanyol atas Belanda. Beberapa kesalahan dilakukan kiper Porto itu sehingga menyebabkan lahirnya gol untuk timnas Belanda. Salah satu kesalahan Del Bosque adalah terlalu mengandalkan sosok Casillas, padahal dua kiper lainnya yakni David De Gea dan Pepe Reina tampil mengesankan bersama klub mereka.

3.) Manchester United ( David de Gea )

 

Sudah tidak diragukan lagi. Jika bukan David de Gea yang berada di bawah mistar gawang United, bisa jadi The Red Devils berada jauh di papan tengah klasemen Liga Inggris. Pasalnya penyelamatan kiper bernegara Spanyol itu seharga tiga poin bagi United.

Maka tidak salah jika fans United sangat ingin De Gea tetap bermain di Old Trafford, meski Real Madrid sangat bernafsu ingin mendatangkannya ke Santiago Bernabeu. Dengan refleksnya yang bagus, De Gea merupakan pemain terbaik United yang konsisten menjaga gawang tim.

Bukti nyata penyelamatan-penyelamatan krusial De Gea terlihat saat United kalah 0-2 dari Liverpool di leg pertama 16 besar Europa League. De Gea menjaga asa United untuk membalikkan keadaan di leg kedua yang berlangsung di Old Trafford. Jika saja saat itu bukan ia kipernya, bisa jadi United kebobolan lebih dari dua gol.

4.) Swansea City ( Lukasz Fabianski )

 

Kiper yang dibuang oleh Arsene Wenger dari Emirates, Lukasz Fabianski justru bersinar bersama Swansea City. Meski saat ini The Swans dalam misi menjauh dari zona degradasi di bawah asuhan Francesco Guidolin, tapi peran Fabianski tak kalah hebatnya dengan ketangguhan bek sekaligus kapten tim, Ashley Williams.

Fabianski bermain di seluruh laga Swansea saat ini hingga pekan 30 Premier League dan melakukan 81 penyelamatan. Hal itu membuat para fans Swansea ingin jika ia bertahan di Swansea.

5.) AC Milan ( Gianluigi Donnarumma )


AC Milan sejauh ini lebih heboh di bursa transfer musim panas, ketimbang perjalanan di Serie A yang naik turun. Rossoneri mendatangkan Carlos Bacca, Luiz Adriano, Alessio Romanogli, Andrea Bertolacci dan pemain lainnya.

Namun di antara pembelian itu, justru nama kiper lulusan akademi klub AC Milan yang bersinar ktimbang rekrutan anyar, dia adalah Gianluigi Donnarumma. Memulai debut di usia 16 tahun, hingga kini di usianya yang baru berumur 17 tahun.

Pelatih Milan, Sinisa Mihajlovic sangat memercayai kualitasnya meskipun ia minim pengalaman. Dan Donnarumma membayar kepercayaan itu dengan menyingkirkan seniornya seperti Diego Lopez, dan Christian Abbiati.

Ketika banyak pengamat sepak bola Italia meragukan ketangguhan pertahanan Milan, Donnarumma kerap muncul sebagai pahlawan menjaga gawang peraih tujuh trofi Champions League dengan sejumlah clean sheet yang berhasil ia lakukan bersama AC Milan musim ini.

6.) Inter Milan ( Samir Handanovic )

 

Pemain yang dibeli dari Udinese pada 2012, Samir Handanovic, memberikan keuntungan untuk Inter dengan penyelamatan-penyelamatan krusial. Kiper Slovenia berusia 31 tahun selalu jadi pilihan utama La Beneamata, meski kursi pelatih selalu berganti dari Andrea Stramaccioni, Walter Mazzarri, hingga Roberto Mancini saat ini.

Julukan kiper spesialisasi tendangan penalti merupakan status yang diberikan kepadanya. Handanovic tak hanya hebat dan tenang dalam melakukan penyelamatan, namun juga kerap melakukan penyelamatan penalti dan menghindarkan Inter dari kekalahan.


Itulah 6 Tim Yang Hanya dan Terlalu Mengandalkan Kiper versi FTS90.

Baca Juga :



Jumat, 22 April 2016

Sejarah Nama Stadion Klub Raksasa Eropa

Stadion merupakan markas bagi setiap klub untuk untuk bertanding. Dalam bertanding di kandang sendiri para pemain akan termotivasi untuk meraih kemenangan karena didukung oleh para fans. Stadion juga mempunyai nama, tak jarang stadion diberi nama dengan nama sponsor klub tersebut, seperti Emirates Stadium milik Arsenal dan Etihad Stadium milik Manchester City.

1.) Chelsea


Stadion milik Chelsea dari mulai dibangun sampai sekarang, tahun 2016, masih bernama tetap, yakni; Stamford Bridge Stadium. Suporter Chelsea sangat bangga terhadap hal tersebut, mereka mengejek Arsenal yang harus membuat stadion baru sampai-sampai Arsenal harus menjual para pemain pentingnya demi mendanai pembangunan Emirates Stadium. Stadion Stamford Bridge pada awalnya berkapasitas sampai 100.000 kursi.

Stamford Bridge didesain oleh arsitek yang sama yang membuat Stadion Ibrox kandang Glasgow Rangers, Celtic Park kandang Glasgow Celtic dan Hampden Park kandang Tim Nasional Skotlandia yakni, arsitek Archibald Leitch.

Kebanyakan klub sepakbola didirikan lebih dahulu baru kemudian mencari stadion untuk bermain, namun didirikannya Chelsea semata agar ada yang bermain di Stadion Stamford Bridge. Karena berbagai alasan keamanan kapasitas stadion terus dikurangi hingga pada 2013 hanya menjadi 42.000 kursi.

2.) Manchester United


Old Trafford adalah sebuah stadion sepak bola yang bertempat di Old Trafford, Greater Manchester, Inggris, dan merupakan markas klub dari Manchester United. Dengan kapasitas 75.635 kursi, stadion ini merupakan stadion terbesar ketiga dan stadion sepak bola terbesar kedua di Inggris, serta stadion kesebelas terbesar di Eropa.

Old Trafford yang dijuluki "The Theater of Dreams" oleh Sir Bobby Charlton, stadion ini sudah menjadi markas United sejak 1910, walaupun sejak 1941 hingga 1949, klub berbagi Maine Road dengan rival lokal Manchester City setelah kerusakan akibat pengeboman pada Perang Dunia II.

Old Trafford mengalami beberapa kali perluasan pada tahun 1990-an dan 2000-an, termasuk penambahan tingkat di Tribun Utara, Barat, dan Timur, yang membuat stadion kembali ke kapasitas aslinya, yaitu 80.000 kursi. Perluasan ke depannya dapat termasuk penambahan tingkat kedua di Tribun Selatan, yang dapat meningkatkan kapasitas menjadi 90.000 kursi. Rekor kehadiran stadion tercatat pada 1939, saat 76.962 orang menghadiri semifinal Piala FA antara Wolverhampton Wanderers dan Grimsby Town.

3.) Barcelona


Stadion Barcelona yakni Camp Nou, didesain oleh arsitek Francesc Mitjans Miró dan Josep Soteras Mauri, yang bekerjasama dengan Lorenzo García Barbón, dan stadion ini dibangun pada tahun 1955 sampai 1957, yang sebagian besar menggunakan baja dan beton. Proyek ini secara keseluruhan memakan biaya yang mengejutkan sebesar 288 juta pesetas, yang berarti klub akan menanggung hutang besar di masa-masa mendatang.

Awalnya akan diberi nama resmi ‘Estadi del FC Barcelona’, stadion ini secara populer dikenal dengan nama 'Camp Nou' (‘lapangan baru’), sebagai kebalikan dari tempat lama klub di Les Corts. Pada musim 2000/2001, setelah dilakukan pemilihan suara melalui pos berdasarkan keanggotaan klub, barulah keputusan dibuat untuk menjadikan ‘Camp Nou’ nama resmi stadion ini. Dari 29.102 suara yang diterima klub, total 19.861 (68,25%) lebih menyukai Camp Nou daripada Estadi del FC Barcelona.

Tinggi maksimum stadion adalah 48 meter, dan meliputi area permukaan 55.000 meter persegi (panjang 250 meter dan lebar 220 meter). Sesuai dengan ketentuan UEFA, area pertandingan telah dikurangi menjadi 105 meter x 68 meter.

Dengan kapasitas 99.354, stadion ini adalah yang terbesar di Eropa saat ini. Namun, total kapasitas berubah sepanjang tahun karena berbagai modifikasi. Ketika stadion ini pertama kali dibuka pada tahun 1957, tempat ini menampung 93.053 penonton, yang bertambah menjadi 120.000 pada tahun 1982 untuk pertandingan Piala Dunia FIFA. Namun, penetapan peraturan baru yang menyatakan bahwa area tribun tidak sah menyebabkan kapasitas stadion dikurangi pada akhir tahun 1990-an menjadi hanya di bawah 99.000.

Pada musim 1998-99, UEFA mengakui layanan dan fungsi-fungsi Camp Nou dengan menganugerahinya status bintang lima. Di seluruh Spanyol, hanya ada empat stadion lainnya yang dapat mengklaim status tersebut, Stadion Lluís Companys Olympic, juga di Barcelona, Stadion Cartuja Olympic yang baru di Seville, Vicente Calderón, rumah bagi Atlético Madrid, dan Santiago Bernabeu, juga di Madrid.

Dari berbagai fasilitas yang ditawarkan di dalam stadion ini, yang perlu dicatat adalah kapel di sebelah ruang ganti pakaian, tribun presiden, ruang VIP, ruang media, beberapa studio televisi, Pusat Medis Olahraga, Unit Kontrol Operatif (UCO), area pemain veteran, museum klub FC Barcelona, dan kantor-kantor dari semua departemen klub yang berbeda.

4.) AC Milan


Stadion kebanggaan dari warga Milan, Giuseppe Meazza, juga dikenal dengan nama San Siro, adalah stadion sepak bola yang bertempat di Milan, Italia. Stadion ini adalah kandang bagi dua tim Liga Italia dari Serie A, yaitu AC Milan dan Internazionale.

Stadion Giuseppe Meazza mulai dibangun oleh Piero Pirelli, presiden AC Milan saat itu, pada 1 Agustus 1925 sampai 15 September 1926 dengan nama Nuovo stadio Calcistico San Siro. Pembangunan tersebut menghabiskan dana sekitar 5 juta lira. Stadion ini dibuka secara resmi pada tanggal 19 September 1926 dengan pertandingan derby antara AC Milan melawan Inter Milan, yang dimenangkan oleh Inter Milan dengan skor 6 - 3.

Pada awalnya Stadion ini adalah Stadion kandang bagi AC Milan, hingga pada tahun 1935 AC Milan mengalami kebangkrutan dan harus menjual stadion tersebut pada Pemerintah kota Milan. Inter Milan kemudian menyewa Stadion ini dari Pemerintah kota Milan pada tahun 1947, sejak saat itu stadion ini digunakan sebagai kandang bagi Inter Milan dan AC Milan. Jauh sebelum menggunakan Stadion Giuseppe Meazza, Inter selalu menggunakan Stadion Arena.

Nama Giuseppe Meazza dipilih sebagai nama Stadion pada 3 Maret 1980 untuk menghormati pemain sepak bola legendaris yang membawa Italia menjuarai Piala Dunia 1934 dan 1938, sekaligus mantan pemain Inter dan Milan. Suporter AC Milan lebih suka menggunakan nama "San Siro" untuk menyebut nama stadion ini, karena Giuseppe Meazza lebih identik sebagai ikon Inter Milan walaupun pernah bermain untuk AC Milan.

Pada tahun 1987 dalam persiapan untuk Piala Dunia pemerintah Italia memberikan dewan kota Milan $30 juta untuk memodernisasikan stadion tersebut, namun akhirnya ongkosnya membengkak dua kali lipat.

Pada tahun 1990, stadion ini menjadi tempat pertandingan final Piala Dunia antara Jerman Barat dan Argentina.

5.) Arsenal


Stadion milik Arsenal sebelum Highbury bernama Manor Ground. Pada awalnya, Manor Ground sendiri sebenarnya hanyalah tanah lapang biasa. Sampai kemudian Dial Square bermain mereka membangun tribun-tribun layaknya stadion untuk memenuhi standar Liga Inggris pada saat itu. Arsenal memakai Manor Ground sampai tahun 1913 seperti dikatakan di atas. Stadion Highbury bernama resmi Highbury Arsenal Stadium.

Stadion Highbury mengalami beberapa renovasi dan peningkatan serta pengurangan kapasitas. Pada awalnya Highbury berkapasitas 57.000 penonton bahkan bisa mencapai 60.000 penonton. Hingga pada tahun 1993 saat Arsenal merenovasi stadion karena kursinya diganti kapasitasnya malah menjadi 38.419 bahkan ketika Arsenal bermain di Liga Champions Eropa kapasitasnya semakin berkurang menjadi hanya 35.000. Itulah sebabnya kalau bermain di Liga Champions Eropa pada saat itu Arsenal memakai Stadion Tim Nasional Inggris yang bernama Stadion Wembley.
Ketika Arsenal ingin merenovasi dan meningkatkan kapasitas stadion Highbury kembali. Hal itu terasa tidak mungkin karena di sekitar stadion sudah padat sehingga kalau stadion diperluas ataupun diperlebar berisiko menggusur penduduk di sekitar stadion dan bisa memicu kemarahan suporter Arsenal sendiri.

Akhirnya pada tahun 2001 Arsenal mengajukan proposal Izin Membangun Bangunan kepada pemerintah London untuk membangun stadion baru yang saat itu direncanakan berkapasitas 60.000 orang. Bulan Juli tahun 2006 selesailah stadion baru tersebut dengan nama Emirates Stadium dinamai sesuai dengan nama sponsor Arsenal musim 2006-2007 dan juga sponsor utama pembangunan stadion tersebut. Emirates Stadium sendiri kini berkapasitas 62.000 penonton. Stadion ini dipakai Arsenal hingga saat ini.

Sekian & Terima Kasih.

Baca Juga :

Rabu, 13 April 2016

7 Keputusan Wasit Yang Paling Kontroversial Dalam Sepakbola

Terkadang usaha kerja keras saja belum cukup untuk memenangkan sebuah pertandingan. Tentu diperlukan keberuntungan dan faktor lain yang berpengaruh. Keputusan wasit bisa menjadi penentu siapa pemenang pertandingan. Wasit tidak jarang bersikap kontroversial dan dinilai berat sebelah.
Sekalipun wasit utama dibantu oleh 2 orang asisten dan sekarang dibantu oleh 2 wasit garis gawang, tetap saja ia bisa melakukan kesalahan, terlebih lagi jika bertugas dalam sebuah laga yang krusial dan penuh gengsi dan tekanan.
Berikut 7 Keputusan Wasit Yang Paling Kontroversial Dalam Sepakbola versi FTS90

1.) Martin Atkinson
Chelsea vs Manchester United (Premier League 2011)


Jika wasit yang bernama Howard Webb dikenal sebagai salah satu fans atau pendukung dari Manchester United, maka wasit Atkinson diduga kuat merupakan penggemar berat Chelsea. Atkinson bersikap seperti membela kepada The Blues pada pertandingan ini.

2.) Clive Thomas
Brasil vs Swedia (Piala Dunia 1978)  


Saat timnas Swedia secara mengejutkan berhasil menahan imbang Brasil dengan skor 1-1 sampai menjelang menit akhir pertandingan. Dan pada menit-menit akhir pertandingana, Zico berhasil mencetak gol melalui sundulan.
Namun wasit Thomas menganulir gol tersebut, bukan karena Zico melakukan pelanggaran, namun karena Thomas mengakhiri pertandingan saat bola masih berada diudara. Wasit asal Wales itu pun dicerca karena dinilai sangat tidak tepat dalam meniup peluit tanda berakhirnya pertandingan. Pertandingan itu berakhir dengan hasil imbang, timnas Swedia pun meraih satu-satunya angka dari Brasil pada kompetisi tersebut.

3.) Ali Bin Nasser
Argentina vs Inggris (Piala Dunia 1986)


Siapa yang tidak ingat dengan sebutan gol tangan tuhan dari Diego Maradona? Tentunya peristiwa historis itu tidak akan bisa dilupakan oleh siapapun, khususnya bagi publik sepakbola Inggris.
Jika Maradona dianggap sebagai pencipta gol tangan tuhan, maka wasit Ali Bin Nasser dicap sebagai pengesah gol tangan tuhan dari Diego Maradona tersebut. Argentina pun lolos ke semifinal karena berhasil mengalahkan Inggris dengan skor 2-1 walaupun dengan sedikit kecurangan. Kedua gol dari Argentina dicetak oleh Maradona. Seandainya wasit asal Tunisia tersebut menganulir gol tangan tuhan dari Maradona, maka belum tentu Argentina menang dan lolos ke semifinal pada saat itu.

4.) Charles Corver
Jerman Barat vs Perancis (Piala Dunia 1982)


Laga super big match terjadi pada semifinal Piala Dunia 1982 yang digelar di Sevilla, Spanyol. Pertandingan tersebut berjalan dengan sangat keras dan sedikit kasar. Kiper Jerman Barat pada pertandingan tersebut, Harald Schumacher bertabrakan dengan bek Perancis, Patrick Battiston.
Namun itu bukan benturan biasa. Dalam tayangan ulang terlihat jelas Schumacher menyikut Battiston hingga mengalami koma. Battiston juga kehilangan 2 gigi depan dan patah tulang belakang. Saat itu perlengkapan medis di lapangan masih sederhana.
Entah melihat atau tidak, wasit yang memimpin laga saat itu, Corver tidak menghukum kiper Jerman Barat itu dengan kartu apapun. Akhirnya Der Panzer memenangkan pertandingan dengan adu penalti dengan skor 5-4 atas Les Bleus. Seandainya saja wasit asal Belanda itu mengusir Schumacher dari lapangan, maka belum tentu Jerman Barat menang dan lolos ke final Piala Dunia 1982.

5.) Graham Poll
Kroasia vs Australia (Piala Dunia 2006)


Mungkin gelar wasit pelupa layak didapat oleh wasit Graham Poll. Ia mengganjar bek Kroasia, Josip Simunic, dengan kartu kuning sebanyak 3 kali sebelum mengusirnya dari lapangan. Wasit asal Inggris itu lupa untuk mengeluarkan Simunic pada hukuman kartu kuning yang kedua.
Uniknya, semua ofisial yang membantu Poll juga tidak menyadari hal tersebut. Akibat kecerobohannya yang memalukan, Poll diberhentikan dari Piala Dunia 2006. Kemudian Poll menyatakan pensiun dari tugas internasional, tapi masih bertugas di liga domestik Inggris.

6.) Marco Rodriguez
Chile vs Spanyol (Piala Dunia 2010)


Salah satu kemampuan terbaik dari Fernando Torres, ditunjukannya pada laga ini. Torres melakukan diving tepat sebelum Andres Iniesta mencetak gol.
Dalam peraturan resmi FIFA, jika wasit melihat sebuah pelanggaran, maka seharusnya pertandingan dihentikan sementara untuk memberikan hukuman bagi pemain yang melanggar.
Namun Rodriguez memberikan keuntungan ganda bagi Spanyol. Ia mengesahkan gol iniesta sekaligus mengganjar pemain Chile, Marco Estrada dengan kartu kuning kedua.

7.) Byron Moreno
Korea Selatan vs Italia (Piala Dunia 2002)


Korea Selatan secara mengejutkan menjadi salah satu kekuatan baru di sepakbola dunia. Tetapi banyak pihak yang menilai bahwa jalan Korsel untuk menuju perempat final, dibantu oleh berbagai wasit termasuk Moreno, ia merupakan wasit yang paling menonjol kontroversinya.
Saat pertandingan Korsel melawan Italia. Beberapa keputusan wasit asal Ekuador itu, sangat menguntungkan bagi tuan rumah dan merugikan bagi Italia. Moreno disinyalir ingin membalaskan dendam karena negaranya dikalahkan oleh Italia 0-2 pada babak grup G Piala Dunia 2002.
Akhirnya Korsel menang 2-1 atas Italia. Impian Paolo Maldini yang ingin pensiun dari Gli Azzurri usai menjuarai Piala Dunia 2002, ternyata harus kandas di babak 16 besar.


Itulah 7 Keputusan Wasit Yang Paling Kontroversial Dalam Sepakbola versi FTS90
Sekian & Terima Kasih.

Baca Juga :

Rabu, 06 April 2016

7 Momen Paling Mengharukan Dalam Sepak Bola

Dalam sepakbola momen mengharukan sudah sering terjadi. Seperti pada pertandingan final suatu kompetisi, pasti ada saja momen yang bisa dibilang mengharukan.
Sederet kisah lain yang bertabur sportivitas, kejujuran, fair play ataupun solidaritas pun telah tertulis dengan indah dalam buku sejarah.
Berikut adalah 7 Momen Paling Mengharukan Dalam Sepak Bola versi FTS90.


1.) Kembalinya Muamba Dari Kematian



Pada 17 Maret 2012, mereka yang menyaksikan laga antara Tottenham Hotspurs melawan Bolton Wonderers pada kompetisi Piala FA dikejutkan dengan suatu kejadian.
Di tengah laga, gelandang Bolton itu jatuh tak sadarkan diri dan jantungnya bahkan berhenti selama 78 menit.
Mungkin mereka beranggapan bahwa pemain Bolton yang jatuh tak sadarkan diri ditengah laga, yakni Fabrice Muamba kolaps, merasa keberhasilannya bertahan hidup bagi Muamba sebagai suatu keajaiban.
Muamba terselamatkan berkat peran besar staf medis Tottenham dan seorang spesialis jantung yang kebetulan sedang menonton di tribun.
Ketika diumumkan bahwa Muamba sudah sembuh pada 16 April, publik sepak bola pun merasa lega.
Pada 2 Mei, Muamba kembali ke Reebok Stadium untuk menyaksikan pertandingan Bolton melawan Tottenham. Dia masuk ke lapangan sebelum kick-off dan mendapatkan sambutan hangat dari semua penonton di arena saat itu.

2.) Trofi European Cup Untuk Korban Munich Air Disaster



Setelah satu dekade kejadian Munich Air Disaster yang memakan nyawa tujuh pemain, Manchester United berhasil meraih trofi paling bergengsi di Eropa.
Matt Busby, salah satu manajer dengan masa pengabdian terlama di United dan korban selamat dalam tragedi tersebut, sukses membuat The Red Devils kembali bangkit.
Saat mengangkat trofi European Cup pada tahun 1968, Matt Busby tak bisa melupakan para pemain yang sudah pergi mendahuluinya pada kejadian itu.
Trofi tersebut menjadi sebuah bentuk penghargaan yang sangat spesial bagi mereka para korban Munich Air Disaster.

3.) Kahn dan Canizares



Ketika Bayern Munich menjuarai Liga Champions 2001, tercipta sebuah momen spesial yang bisa dibilang mengharukan.
Setelah mengalahkan Valencia melalui adu penalti pada partai final di San Siro, para pemain Bayern merayakan keberhasilan mereka setelah berhasil menjadi juara. Tetapi, kiper Bayern Oliver Kahn melakukan hal yang berbeda.
Saat rekan-rekannya tengah bersenang-senang dengan kemenangan tersebut, Kahn, yang dikenal sebagai kiper yang keras dan tanpa kompromi di atas lapangan, justru berjalan ke arah Santiago Canizares. Kahn mencoba menenangkan kiper Valencia itu, yang terlihat sangat terpukul karena tidak bisa membawa timnya meraih kemenangan dalam laga final tersebut.
Moment of sympathy tersebut membuat Kahn menerima fair play award dari UEFA, trofi yang dengan bangga ia simpan sebagai bagian dari semua koleksinya.

4.) Bersatunya Athletic Bilbao dan Real Sociedad



Athletic Bilbao dan Real Sociedad memiliki sejarah rivalitas yang panjang.
Dua klub Basque itu selalu bersaing sengit demi menjadi yang terbaik. Namun, pada tahun 1976, mereka bersatu demi satu tujuan yang sama, sebuah kebebasan.
Saat itu, Spanyol masih diselimuti mendung bernama fasisme. Berbicara memakai bahasa Basque atau Catalan, bahkan mengibarkan bendera dua wilayah tersebut, adalah sesuatu yang ilegal.
Akan tetapi, itulah yang dilakukan oleh para pemain Bilbao dan Sociedad dalam pertemuan pertama mereka di musim 1976/77 silam. Mereka masuk ke lapangan dengan bendera Basque dan mendapatkan sambutan meriah serta mengharukan dari seluruh penonton yang hadir di stadion.

5.) Jersey Di Stefano Untuk Eusebio



Pada laga final European Cup 1962, Benfica berhasil meraih kemenangan mengesankan 5-3 atas Real Madrid.
Ketika laga berjalan, Real Madrid sempat unggul 3-2, tetapi dua gol sensasional youngster Eusebio berhasil memutarbalikkan keadaan dan membawa Benfica ke tangga juara.
Ketika laga berakhir, Alfredo Di Stefano memberikan jersey-nya kepada Eusobio, sebuah bentuk pengakuan terhadap sang calon bintang.

6.) Dari Iniesta Untuk Jarque



Setelah mencetak gol kemenangan Spanyol atas Belanda pada laga final Piala Dunia 2010, Andres Iniesta melakukan sebuah selebrasi yang tak terlupakan.
Gelandang La Furia Roja itu melepas jersey-nya untuk menunjukkan pesan yang berbunyi "Dani Jarque: siempre con nosotros" atau "Dani Jarque: selalu bersama kami."
Dani Jarque adalah teman baik Iniesta dan kapten Espanyol, rival sekota dari Barcelona, yang meninggal dunia akibat serangan jantung saat mengikuti pramusim pada tahun 2009.
Ketika Barcelona bertandang ke markas Espanyol, para suporter tuan rumah pun sampai mengesampingkan rivalitas demi memberi standing ovation untuk Iniesta.

7.) Eduardo Kembali Cetak Gol



Cedera patah kaki yang menimpa Eduardo pada Februari 2008 sempat diyakini bakal memaksanya untuk mundur dari sepak bola.
Tetapi, hampir setahun berselang, forward Arsenal itu mengakhiri penantian panjangnya dengan kembali ke skuad The Gunners untuk laga Piala FA melawan Cardiff City.
Comeback itu ditandai Eduardo dengan mencetak satu gol pada menit ke-20, sebuah gol yang membuat dia dan para suporter Arsenal diliputi suasana emosional.

Itulah 7 Momen Paling Mengharukan Dalam Sepak Bolaversi FTS90.
Sekian & Terima Kasih

Baca Juga :