Rabu, 23 Maret 2016

7 Pesepakbola Dengan Gaya Permainan Paling Kasar

Sepakbola merupakan salah satu olahraga yang sangat menghibur yang dimainkan di atas lapangan hijau. Banyak pemain yang mempertontonkan aksi-aksi menawan dari dribling indah, gocekan mematikan, dan tendangan jarak jauh yang memukau. Namun, tidak semua pemain memiliki kemampuan tersebut, malah ada pemain yang merusak keindahan sepakbola dengan karakternya yang brutal, sikap tempramen yang tinggi, hingga dengan gaya paling kasar. Siapa sajakah mereka berikut FTS90 akan menyajikan Pesepakbola Dengan Gaya Permainan Paling Kasar :

1. Pepe 


Sebagai pemain belakang, Pepe sebenarnya memiliki skill yang komplit. Sayang ia memiliki sisi negatif, yaitu kerap berlaku kasar di atas lapangan. Tercatat Pepe pernah diskorsing 10 pertandingan setelah melancarkan tendangan di perut pemain Getafe berkali-kali. 

Ia juga pernah menginjak tangan Lionel Messi dengan sengaja. Bahkan Barcelona sempat membuat kompilasi video aksi brutal Pepe di atas lapangan karena geram Pepe kerap mencederai pemain Barca.

2. Diego Costa 


Meski memiliki kemampuan luar biasa dalam melakukan penyelesaian akhir, namun karakternya bermainnya yang sedikit kotor membuat Diego Costa sangat dibenci para rivalnya. Bahkan tak jarang aksi kotornya di atas lapangan membuat tim yang dibelanya harus mengalami kerugian lantaran sanksi yang harus diterima Costa.

Yang paling dekat tentunya aksi kotor Costa saat membantu Chelsea menumbangkan Arsenal. Lantaran aksinya tersebut, Vincente del Bosque bahkan tidak memasukan nama Costa ke dalam Timnas Spanyol yang disiapkan untuk menghadapi Luksemberg dan Ukraina.

3. Marco Materazzi 


Materazzi adalah salah satu legenda Inter Milan. Ia menjadi bagian saat Inter meraih treble winners pada 2010 dan meraih Piala Dunia 2006 bersama Italy. Namun Materazzi justru lebih dikenal
karena permainan kasarnya. Ia kerap menerima kartu kuning ataupun merah. Matrix, julukan Materazzi, juga ahli dalam memancing emosi pemain lawan. Kontroversi terbesarnya adalahsaat ia mengolok-olok Zinedine Zidane yang berujung tandukan maut Zidane ke dada Materazzi serta berujung hukuman kartu merah untuk Zidane pada final Piala Dunia 2006.

4. Joey Barton


Joey Barton seperti sebuah bom waktu. Anda tidak pernah tahu kapan emosinya akan meledak. Gelandang yang Burnley ini telah melakukan semua hal buruk, mulai dari menyunduk mata rekannya dengan rokok, memukul perut lawan dalam sebuah pertandingan bahkan, hingga secara sporadis menyerang tiga pemain Manchester City sekaligus.

Tak heran bila di tahun 2008 Barton harus mendekam selama 77 hari di dalam penjara. Bila saja tidak menjadi pesepak bola profesional, mungkin Barton telah menjadi seorang pelaku kriminal.

5. Lee Bowyer 


Lee Bowyer adalah pemain dengan rekor kartu merah paling banyak di era Premier League. Ia kerap melakukan tindakan-tindakan kasar di atas lapangan. Tidak hanya dengan lawan, Bowyer bahkan juga pernah terlibat perkelahian dengan rekan setimnya sendiri, Kierron Dyer, saat masih memperkuat Newcastle, hanya karena alasan sepele yaitu kesal tak diberi bola.

6. Roy Keane


Mantan kapten Manchester United ini selalu bisa memberikan tontonan menarik disetiap penampilannya. Tapi yang menjadikannya perhatian tentunya adalah aksi agresifnya di setiap pertandingan.

Kebanyakan pecinta sepak bola tentu ingat bagaimana saat Keane melepaskan tinjunya ke arah Alan Shearer di tahun 2001 saat Manchester United berhadapan dengan Newcastle.

7. Gennaro Gattuso


Mantan gelandang bertahan AC Milan ini memang dikenal dengan permainan agresifnya di atas lapangan. Setiap tim di dunia tentu sangat membutuhkan pemain dengan karakter seperti Gattuso, tapi sayang ia tidak pernah bisa mengontrol sifat tempramentalnya.

Di Italia, Gattuso diberi julukan 'Rhino' (badak). Julukan tersebut jelas menjelaskan bagaimana aksinya di atas lapangan. Karena ia kerap menggunakan cara-cara kasar untuk merebut bola.
Bedanya, Gattuso tetap bersikap sportif. Setelah menjatuhkan lawan, Gattuso selalu menyalami pemain tersebut dan juga membantunya untuk kembali berdiri.

Sekian dan Kunjungi terus FTS90

Selasa, 22 Maret 2016

7 Kartu Merah Paling Konyol Dalam Sepakbola

7 Kartu Merah Paling Konyol Dalam Sepakbola

Kartu merah merupakan suatu hukuman yang diperoleh pemain jika melanggar dengan keras. Jika pemain terkena kartu merah maka pemain itu harus meninggalkan lapangan pertandingan. Namun dalam sepakbola sering terjadi kartu merah yang konyol seperti saat wasit salah dalam memberikan kartu merah untuk pemain yang tidak melanggar, dan justru pemain yang melakukan pelanggaran tidak dikartu merah.
Berikut Kartu Merah Paling Konyol Dalam Sepakbola versi FTS90.

1.) Steven Gerrard (Liverpool Vs Manchester United)


Pertama kita awali dari seorang pemain yang bisa dibilang merupakan legenda bagi Liverpool. Steven Gerrard juga pernah mendapatkan kartu merah yang cukup konyol, saat pertandingan melawan Man.United ia harus rela keluar dari lapangan karena mendapat kartu merah, uniknya ia saat itu baru bermain selama 38 detik setelah menjadi pemain pengganti. Kartu merah ini mengejutkan fans Liverpool karena kredibilitas Gerrard sebagai kapten Liverpool.


2.) Kieran Gibbs ( Chelsea Vs Arsenal )


Berlanjut ke laga Chelsea Vs Arsenal yang saat itu berakhir dengan skor telak 6-0 untuk kemenangan Chelsea. Wasit yang saat itu memimpin laga yakni Andre Marriner secara mengejutkan memberi kartu merah kepada pemain Arsenal yakni Kieran Gibbs. Uniknya, ternyata sang wasit salah dalam mengidentifikasi pemain, karena sebenarnya yang melakukan pelanggaran adalah Chamberlain saat menahan bola tendangan dari Eden Hazard dengan tangannya. Dan karena pelanggaran itu terjadi dikotak penalti, akhirnya Chelsea pun mendapatkan hadiah tendangan penalti.


3.) Eden Hazard ( Chelsea Vs Swansea City )


Berlanjut ke Eden Hazard yang dikartu merah karena tidak bisa menahan emosinya kepada seorang anak gawang. Pemain Belgia yang masih bermain untuk Chelsea ini harus rela keluar dari lapangan lebih dulu dibanding dengan rekannya yang lain.
Saat itu laga Chelsea Vs Swansea diwarnai dengan kejadian dikartu merahnya pemain andalan Chelsea yakni Hazard, ia harus keluar dari lapangan pada menit ke 78 karena menendang seorang anak gawang yang terjatuh saat hendak memungut bola. Kemudian Ballboy tersebut jatuh sambil memeluk bola, karena tak sabar akhirnya Hazard menghampiri anak itu untuk merebut bola dengan cara menendang bola yang berada dibawah perut si Ballboy.

4.) Javier Mascherano ( Argentina Vs Ekuador )


Mungkin inilah yang menjadi kartu merah paling konyol dalam sejarah karir pemain Argentina, Javier Mascherano. Saat laga kualifikasi Piala Dunia 2014 untuk zona Amerika Selatan di Estadio Olimpico Atahualpa ini digelar ada, hal yang unik terjadi. Yakni saat wasit yang memimpin laga saat itu, Enrique Careces memberikan kartu merah kepada pemain Argentina yakni Javier Mascherano karena menendang sang pengemudi mobil medis yang mengangkutnya keluar lapangan.


5.) Zinedine Zidane ( Prancis Vs Italia )


Kejadian ini merupakan pelanggaran unik karena Zidane melanggar dengan menyundulkan kepalanya ke Materazzi.
Siapa yang tidak ingat dengan kejadian Zidane yang menyundul dada Materazzi. Saat itu laga final Piala Dunia 2006 yang mempertemukan Prancis Vs Italia diwarnai dengan kartu merah pemain kunci Prancis yakni Zidane. Kejadian tersebut dirumorkan terjadi karena Materazzi menghina keluarga Zidane dan kemudian Zidane tidak bisa menahan emosinya, akhirnya Zidane melakukan tindakan tidak terpuji tersebut.


6.) Josip Simunic ( Kroasia Vs Australia )


Mungkin ini kejadian konyol yang disebabkan oleh wasit Graham Poll. Saat itu pertandingan antara Kroasia Vs Australia pada Piala Dunia 2006, Josip Simunic mendapat kartu merah setelah sebelumnya mendapat tiga kartu kuning. Seharusnya, saat ia sudah mendapat dua kartu kuning maka sang pemain harus mendapat kartu merah. Tetapi karena kelalaian atau kelupaan dari wasit Graham Poll, Josip Simunic pun masih bermain sampai ia mendapat kartu kuning yang ketiga.


7.) Hakan Unsal ( Brazil Vs Turki )


Terakhir merupakan diving yang mungkin bisa mendapat Piala Oscar. Pemain asal Turki Hakan Unsal mendapat kartu merah karena divung pemain Brazil yakni Rivaldo. Diving ini mungkin bisa memenangkan Piala Oscar karena berhasil mengecoh wasit yang memimpin laga saat itu yakni Kim Yoong joo.
Kejadian itu berawal saat Hakan Unsal menedang bola ke arah Rivaldo, kemudian bola tersebut mengenai paha dari Rivaldo, tetapi Rivaldo justru melakukan diving dengan jatuh dan memegangi bagian wajahnya seolah-olah ia terkena bola di bagian wajah. Kemudian wasit Kim Yoong joo menganggap hal ini sebagai pelanggaran dan kemudian memberik kartu kuning kedua untuk Hansal.

Itulah tadi Kartu Merah Paling Konyol Dalam Sepakbola versi FTS90.
Jangan lupa tinggalkan komentar.

Sekian & Terima kasih.

Minggu, 20 Maret 2016

10 Pemain Top Yang Gagal Jadi Pelatih Hebat

Kebanyakan pesepakbola setelah pensiun akan meneruskan karir sepakbolanya sebagai pelatih. Seperti inzaghi, Zidane, Gary Neville merupakan sosok yang hebat dikala masih aktif sebagai pesepakbola. Tapi saat menjabat sebagai pelatih ada banyak pemain top tidak bisa menularkan kehebatannya sebagaimana kehebatannya saat masih aktif sebagai pesepakbola. Siapa sajakah Mereka ? berikut ulasannya.

1. Diego Maradona


Legenda Argentina yang satu ini dianggap pemain terbaik dunia yang pernah ada. Dia sukses memimpin Napoli dua kali juara Serie A dan Piala UEFA. Selain itu, Maradona juga jadi motor Argentina kala juara Piala Dunia 1986.

Tapi suksesnya itu tidak menular saat dia menjadi pelatih timnas Argentina. Maradona menjadi 'kambing hitam' kekalahan memalukan Argentina kala dilumat Jerman 0-4 di Piala Dunia 2010.

Maradona mencoba peruntungan dengan melanjutkan karier ke Uni Emirat Arab (UEA). Tapi di sana pun dia tidak bertahan lama karena gagal membawa klub asuhannya Al Wasl meraih hasil positif.

2. Roy Keane


12 tahun membela Manchester United, Keane meraih tujuh gelar Premier League dan satu trofi Liga Champions. Tapi kariernya sebagai pelatih tidak bersinar seperti saat dia masih menjadi pemain.

Dia hanya bertahan kurang dari dua musim saat melatih Sunderland. Situasi yang sama juga dia alami ketika melatih Ipscwih Town. Dia juga pernah hanya menjadi asisten pelatih di Aston Villa dan timnas Republik Irlandia. 

3. Ruud Gullit


Gullit merupakan bagian penting dari masa keemasan AC Milan pada era 1990-an saat masih aktif sebagai pemain. Dan kariernya sebagai pelatih sempat diprediksi akan bersinar setelah dia sukses membawa Chelsea juara Piala FA 1997.

Namun sikap tempramentalnya membuat dia kerap tidak bertahan lama saat melatih klub. Salah satunya kala dia melatih Newcastle United dan kerap bersitegang dengan pemain ikon klub, Alan Shearer.

4. Paul Gascoigne


Di tengah kontroversi yang kerap diciptakannya, tak bisa disangkal kalau Gascoigne merupakan salah satu striker terbaik Inggris yang pernah ada. Dia membawa klub yang dibelanya dengan berbagai prestasi.

Tapi ketika memulai karier sebagai pelatih dengan membesut Kettering Town, dia hanya bertahan selama 40 hari karena kebiasaan buruknya terkait kegemarannya mengkonsumsi minuman beralkohol.

5. Marco van Basten


Marco Van Basten sukses memenangi tiga trofi juara Eredivisie bersama Ajax Amsterdam, meraih empat gelar juara Serie A dan tiga trofi Liga Champions bersama AC Milan. Dia juga jadi kunci sukses Belanda juara Piala Eropa 1988.

Namun dia tidak pernah memenangi apapun saat menjadi pelatih. Dia hanya mampu membawa Belanda ke babak kedua Piala Dunia 2006 dan perempatfinal Piala Eropa 2008. 

6. Alan Shearer


Pencetak gol terbanyak Premier League (260 gol) dan masuk daftar 100 legenda persepakbola yang dirilis FIFA menjadi bukti kehebatan Shearer saat masih menjadi pemain. Namun karier kepelatihannya hanya bertahan delapan laga.

Shearer mendapat kepercayaan menyelamatkan Newcastle United dari zona degradasi yang mengintai di akhir musim 2009, dengan hanya delapan laga tersisa. Namun Shearer gagal menjalankan tugasnya. Newcastle terdegradasi setelah hanya meraup lima poin dari maksimal 24 poin

Shearer saat ini lebih memilih menjadi komentator dan analis di BBC.

7. Hristo Stoichkov


Dia menjadi topskor Piala Dunia 1994 dan sukses membawa Bulgaria melaju ke semifinal. Di tingkat klub, dia sukses membawa Barcelona meraih lima gelar juara La Liga dan satu trofi Piala Champions.

Namun, saat melatih, dia gagal melanjutkan aksi gemilangnya seperti saat menjadi pemain. Dia gagal membawa Bulgaria lolos ke Piala Dunia 2006 Piala Eropa 2008. Tugas terakhirnya hanya bertahan satu bulan saat di CSKA Sofia.

8. Lothar Matthaus


Saat masih menjadi pemain, Matthaus meraih delapan gelar juara Bundesliga, satu scudetto Serie A dan dua trofi Liga Europa serta trofi Piala Dunia 1990. Namun, dia tidak pernah mendapat tawaran melatih di Bundesliga.

Dia hanya melatih klub-klub kecil Eropa seperti Rapid Wien, Atletico Paranaense, Partizan Belgrade hingga Red Bull Salzburg. Dan dia tidak pernah bisa membawa klub yang diasuhnya menjadi juara.

9. Tony Adams


Adams sukses membawa Arsenal meraih empat trofi Liga Inggris dan tiga trofi Piala FA saat masih menjadi pemain. Namun karier gemilangnya itu tidak berlanjut ketika dia mencoba peruntungan sebagai pelatih.

Adams hanya bertahan di klub pertama yang dia asuhnya, Wycombe yang terdegradasi. Nasib sial Adams berlanjut kala melatih Portsmouth. Dia hanya mampu bertahan empat bulan karena rangkaian hasil buruk yang diterima.

10. Bobby Charlton



Karier yang luar biasa dijalani Charlton bersama Manchester United dan timnas Inggris saat masih berstatus sebagai pemain. Dia pun dianggap salah satu pemain terbaik yang pernah lahir di Inggris.

Tapi, Charlton gagal melanjutkan kegemilangannya kala menjadi pelatih Preston North End. Klub yang diasuhnya terdegradasi dan membuatnya hanya bertahan selama semusim di klub tersebut.

Sekian dan kunjungi terus FTS90, dan jangan lupa tinggalkan komentar

Kamis, 17 Maret 2016

Privacy Policy

Privacy Policy for FTS90

If you require any more information or have any questions about our privacy policy, please feel free to contact us by email at http://fulltimessoccer90.blogspot.co.id/2016/03/contact-us.html.
At fulltimessoccer90.blogspot.co.id we consider the privacy of our visitors to be extremely important. This privacy policy document describes in detail the types of personal information is collected and recorded by fulltimessoccer90.blogspot.co.id and how we use it.
Log Files
Like many other Web sites, fulltimessoccer90.blogspot.co.id makes use of log files. These files merely logs visitors to the site - usually a standard procedure for hosting companies and a part of hosting services's analytics. The information inside the log files includes internet protocol (IP) addresses, browser type, Internet Service Provider (ISP), date/time stamp, referring/exit pages, and possibly the number of clicks. This information is used to analyze trends, administer the site, track user's movement around the site, and gather demographic information. IP addresses, and other such information are not linked to any information that is personally identifiable.
Cookies and Web Beacons
fulltimessoccer90.blogspot.co.id uses cookies to store information about visitors' preferences, to record user-specific information on which pages the site visitor accesses or visits, and to personalize or customize our web page content based upon visitors' browser type or other information that the visitor sends via their browser.
DoubleClick DART Cookie
→ Google, as a third party vendor, uses cookies to serve ads on fulltimessoccer90.blogspot.co.id.
→ Google's use of the DART cookie enables it to serve ads to our site's visitors based upon their visit to fulltimessoccer90.blogspot.co.id and other sites on the Internet.
→ Users may opt out of the use of the DART cookie by visiting the Google ad and content network privacy policy at the following URL - http://www.google.com/privacy_ads.html
Third Party Privacy Policies
You should consult the respective privacy policies of these third-party ad servers for more detailed information on their practices as well as for instructions about how to opt-out of certain practices. fulltimessoccer90.blogspot.co.id's privacy policy does not apply to, and we cannot control the activities of, such other advertisers or web sites. You may find a comprehensive listing of these privacy policies and their links here: Privacy Policy Links.
If you wish to disable cookies, you may do so through your individual browser options. More detailed information about cookie management with specific web browsers can be found at the browsers' respective websites. What Are Cookies?
Children's Information
We believe it is important to provide added protection for children online. We encourage parents and guardians to spend time online with their children to observe, participate in and/or monitor and guide their online activity. fulltimessoccer90.blogspot.co.id does not knowingly collect any personally identifiable information from children under the age of 13. If a parent or guardian believes that fulltimessoccer90.blogspot.co.id has in its database the personally-identifiable information of a child under the age of 13, please contact us immediately (using the contact in the first paragraph) and we will use our best efforts to promptly remove such information from our records.
Online Privacy Policy Only
This privacy policy applies only to our online activities and is valid for visitors to our website and regarding information shared and/or collected there. This policy does not apply to any information collected offline or via channels other than this website.
Consent
By using our website, you hereby consent to our privacy policy and agree to its terms.
Privacy Policy Online Approved Site
Update
This Privacy Policy was last updated on: Thursday, March 17th, 2016.
Should we update, amend or make any changes to our privacy policy, those changes will be posted here.

Contact Us



Anda sekarang berada di halaman "Kontak Kami". Anda bisa mengirimkan pesan atau pertanyaan yang ingin anda sampaikan melalui formulir dibawah ini. Atau anda bisa mengirimkannya melalui SMS ke nomor +62838-6161-6435. Kritik dan saran yang membangun sangat kami harapkan dari anda semua.

Kami Sangat Menghargai Umpan Balik Dari Anda


Kami akan sangat senang dengan saran dan masukan yang anda kirimkan, terkait jika :

- Anda telah menemukan kesalahan berita yang kami hadirkan
- Anda memiliki info seputar sepakbola yang tidak kami miliki dalam database kami.
- Anda telah menemukan link yang rusak.
- Anda punya saran untuk meningkatkan situs FTS90 atau Anda ingin meminta fitur lain di situs ini.

Kontak Penulis :
Penulis 1 :
Penulis 2 :

About

FTS90 | Berita Seputar Sepakbola Yang Menarik Dan TerUpdate

FTS90 adalah suatu blog yang selalu menghadirkan berita seputar sepakbola yang menarik dan paling update semua berita dari pertandingan, pemain, pelatih, klub yang tidak banyak diketahui oleh banyak orang. Sehingga juga bisa FTS90 menjadi bacaan anda dikala santai dan waktu senggang.

Rabu, 16 Maret 2016

5 Kebetulan Unik Dalam Sepakbola

5 Kebetulan Unik Dalam Sepakbola

Kebetulan merupakan sesuatu yang biasa terjadi dalam dunia ini dan biasanya diabaikan oleh banyak orang. Karena itu semua sudah ditakdirkan oleh Tuhan. Namun kebetulan yang unik akan menarik minat banyak orang untuk mengetahui hal tersebut. Seperti saya saat berminat menulis artikel ini. Kebetulan Unik juga terjadi dalam dunia sepak bola, seperti Kematian Tokoh Dunia Setelah Ramsey mencetak gol yang ada di artikel sebelumnya yaitu Kutukan Yang Terjadi Dalam Sepakbola.
Berikut FTS90 akan mengulas tentang 5 Kebetulan Unik Dalam Sepakbola versi FTS90.

1.)Ronald Waterreus Vs Nick Colgan ( selalu berakhir 7-1 )

 

Ronald Waterreus mengawali debutnya bagi Manchester City pada September 2004 ketika melawan Barnsley diajang Piala Liga. Saat itu City berhasil menang dengan skor telak 7-1, dan pada saat itu kiper dari Barnsley adalah Nick Colgan.
Beberapa bulan kemudian Ronald Waterreus pindah ke Glasgow Rangers, sedangkan Nick Colgan pindah ke Dundee United. Saat Waterreus mengawali debut bersama tim barunya yaitu Ranger pada Februari 2005 melawan Dundee United di Piala Liga. Rangers berhasil mengalahkan Dundee United dengan skor 7-1, dan saat itu kiper dari Dundee United adalah Nick Colgan.
Merupakan hal yang aneh saat pertandingan debut pertama Waterreus saat bertemu Nick Colgan selalu berakhir 7-1.

2.) Cristiano Ronaldo & Lionel Messi ( Terpaut 869 hari )


Diawali dari Cristiano Ronaldo & Lionel Messi. Rivalitas antara kedua pemain ini terjadi tidak hanya di lapangan namun berlanjut sampai ke urusan keturunan. Bak sudah suratan takdir, kedua pemain ini memiliki kebetulan yang unik.
Dengan usia yang berjarak 869 hari dengan Messi, Ronaldo sempat mengumumkan bahwa anak yang diberi nama Cristiano Ronaldo Jr pada Juli 2010. Dan seolah tak mau kalah, Messi juga mempunyai anak yang diberi nama Thiago Messi, yang lahir 869 setelah kelahiran Cristiano Ronaldo Jr.
Dan apakah keturunan dari keduanya akan memiliki kebetulan yang sama? Tunggu saja.



3.) Timnas Italia ( terjadwal dalam meraih gelar Piala Dunia )


Ini merupakan kebetulan yang paling unik dalam sepakbola. Bagaimana tidak, Italia berhasil mencapai final Piala Dunia setiap 12 tahun dan menjuarainya setiap 24 tahun.
Terbukti Italia menjadi runner-up di edisi 1970, Italia kemudian menjadi juara pada 1982, kemudian dilanjut ke posisi kedua pada 1994, dan kembali menang pada 2006. Gelar dan runner-up berikutnya mungkin terjadi pada 2018 dan 2030? Kita tunggu saja.


4.) Hans-Jorg Butt vs. Juventus ( kiper yang mencetak gol ke gawang Juventus )


Kiper ini mungkin sangat bernafsu ketika bertanding melawan raksasa Italia, Juventus.
Terbukti saat pemain asal Jerman ini bertanding melawan Juventus dan mampu membobol gawang Juventus sebanyak tiga kali lewat tendangan penalti. Hal tersebut ia lakukan saat bergabung tiga klub yang berbeda, yaitu Hamburg, Bayer Leverkusen dan Bayern Munich.
Namun, ia sekarang sudah gantung sepatu, dan Juventus boleh merasa tenang karena takkan ada kiper lain yang bernafsu untuk memjebol gawang mereka setidaknya sampai sekarang ini.

 5.) Trebel Winner Manchester United & Ulang Tahun Sir Matt Busby ( hari yang sama )


Terakhir adalah tentang Trebel Winner Manchester United & Ulang Tahun Sir Matt Busby. Ulang tahun mantan pelatih Manchester United yaitu Sir Matt Busby  yang ke-90 rupanya benar-benar menginspirasi skuat The Red Devils yang saat itu masih dilatih oleh Sir Alex Ferguson.
Setelah meraih gelar Liga Primer dan Piala FA pada musim 1998/99, United bertanding dengan  Bayern Munchen di final Liga Champions yang saat itu digelar di Cam Nou. Di laga tersebut, mereka sempat tertinggal 1-0 hingga extra time. Magis! Gol dari Teddy Sheringham dan Ole Gunnar Solskjaer pada menit ke 90+1 dan 90+3 berhasil membawa The Red Devils meraih trofi si kuping besar itu untuk kedua kalinya, sekaligus memastikan treble tepat di saat Sir Matt berulang tahun.

Itulah tadi 5 Kebetulan Unik Dalam Sepakbola FTS90


Sekian dan Silahkan tinggalkan komentar.