Sabtu, 21 Mei 2016

7 Pemain Top Eropa Yang Berubah Menjadi From Hero To Zero

Dalam dunia sepak bola tidak ada jaminan bahwa seseorang pemain akan selalu menunjukkan performa yang gemilang, ada kalanya sang pemain performanya bisa menjadi berubah menjadi turun drastis. Seperti musim ini banyak fans sepak bola dikejutkan oleh menurun drastisnya performa winger chelsea, Eden Hazard. Lalu ada juga pemain berbakat asal kolombia yaitu James Rodriguez yang musim ini hanya menjadi pengangat bangku cadangan Los Blancos, Real Madrid, lalu juga ada nama Fernando Torres yang mulai menemukan ketajamannya kembali bersama Atletico Madrid, dan Radamel Falcao yang masih berusaha mengembalikan performanya di premier league. Lantas siapa sajakah pemain - pemain yang nasibnya sama seperti nama-nama di atas.

7 Pemain Top Eropa Yang Berubah Menjadi From Hero To Zero.

7. Joe Cole




Cole adalah pemain andalan The Blues, Chelsea. Delapan tahun berseragam Chelsea, Cole pun  pernah merasakan manisnya mengangkat tiga trofi Premier League dan FA Cup.

Pidah ke Liverpool pada musim 2010-2011 jadi awal kehancuran karir Cole. Ia gagal total pada musim pertamanya dan langsung dipinjamkan ke Lille pada musim berikutnya.

West Ham United akhirnya menampung Cole pada tahun 2013. Namun penampilannya tak kunjung membaik dan akhirnya dibuang ke Aston Villa.

Bahkan saat ini Cole bermain untuk klub League One Inggris, Coventry City.


6. Federico Macheda




Mancheda pernah membantu Manchester United memenangi gelar Premier League musim 2008-2009 saat usinya masih 17 tahun, Pernah menjadi pemain yang sangat menjanjikan bersama MU namun Macheda tidak bisa mempertahankan performanya.

Namun di musim-musim berikutnya Macheda tak mampu berkembang. Ia pun melanglang buana bergonta-ganti klub dan saat ini bermain untuk Nottingham Forest.

5. Emanuel Adebayor 



Seperti kebanyakan pemain asal Afrika, Adebayor mengawali karir profesionalnya di Prancis. Nama Adebayor mencuat kepermukaan saat jadi bintang di AS Moncao.

Pada tahun 2006 Arsenal berhasil mendapatkan Adebayor. Empat musim di Emirates Stadium, Adebayor tampil beringas dengan menyarangkan 62 gol dari 142 penampilan.

Ketika memilih Manchester City pada tahun 2009, Adebayor mulai kehilangan ketajamannya. Ia hanya dimainkan sebanyak 34 laga dengan koleksi 15 gol selama empat musim.

Lalu Adebayor sempat melanglang buana dengan memperkuat Real Madrid, Tottenham Hotspurs dan musim ini Adebayor memperkuat Crystal Palace.

4. Mario Balotelli



Bakat saja tidak cukup untuk menjadi pesepakbola yang sukses. Setidaknya pesepakbola pun harus memiliki attitude yang baik disamping memiliki skill yang menawan.

Hal itulah yang dialami Balotelli. Kelakuan bengalnya sendiri yang membuat karirnya terpuruk saat ini.

Sempat menjadi youngster menjajikan saat bermain bersama Inter Milan, namun karena selalu memiliki masalah dengan klub yang dibelanya. Sekarang ia tengah dipinjamkan Liverpool ke AC Milan dan terancam dibuang pada bursa transfer musim panas mendatang karena performanya yang tak kunjung membaik.


3. Fabio Coentrao


Coentrao direkrut Real Madrid dari klub Portugal, Benfica pada tahun 2011 dengan biaya fanstastis yakni senilai 30 juta euro. Madrid tak segan mengeluarkan budget besar demi mendaratkan talenta muda terbaik Portugal pada saat itu.

Di awal musim Coentrao sukses tampil memukau. Namun cedera yang sering kambuh membuat bek 28 tahun itu sulit berkembang. Pada akhirnya ia terpinggirkan dari skuat dan saat ini tengah menjalani masa peminjaman di AS Monaco.

2. Phil Jones




Jones merupakan bek harapan Timnas Inggris di masa depan. Ia dipersiapkan untuk menjadi penerus John Terry karena dianggap memiliki skill bertahan yang komplit.

Manchester United mendapatkan Jones dari Blackburn Rovers pada tahun 2011. Sempat menjadi pemain reguler di skuad MU dan berduet dengan Chris Smalling.Cedera yang terus menghantam Jones membuatnya gagal bersinar. Pada musim 2015/16, Jones pun tidak banyak memberikan kontribusinya bagi Manchester United.

1. Samir Nasri



Nasri sempat digadang-gadang menjadi ‘The New Zinedine Zidane‘. Ia sukses tampil gemilang kala memainkan peran playmaker di Arsenal selama tiga musim (2009-2011).

Pada Agustus 2011, Nasri memutuskan hijrah ke Manchester City dengan biaya 25 juta euro. Bersama The Citizens, performa Nasri cenderung menurun dan hanya dijadikan sebagai pelapis di skuat The Cityzens Cedera engkel menjadi penyebab bagi Nasri sulit bersaing di skuat City yang saat ini dihuni oleh para peman-pemain kelas wahid, seperti Kevin De Bruyne dan David Silva.

Sekian dan Kunjungi terus FTS90

Kamis, 12 Mei 2016

Perjuangan Duo Madrid Menuju Final Liga Champions Musim Ini

Tak terasa Liga Champions Eropa sudah mencapai babak final yang akan mempertemukan dua tim sekota, yaitu antara Real Madrid dan Atletico Madrid. Pertandingan tersebut mengingatkan final Liga Champions 2014 yang mempertemukan dua tim tersebut, yang saat itu Real Madrid berhasil meraih kemenangan dengan skor 4-1 dan meraih gelar La Decima. Pertandingan final musim ini akan digelar di Sansiro, Milan pada 28 Mei 2016.

Berikut perjuangan Real Madrid menuju final Liga Champions:

Penyisihan Grup A:
Pada penyisihan grup, Real Madrid mendapat tempat di grup A. Saingan terberat Real Madrid pada grup A adalah PSG. Tetapi dengan mudah Real Madrid bisa merajai grup A, yang dihuni juga oleh Shakhtar Donetsk dan Malmo FF.

Berikut hasil pertandingan Real Madrid di penyisihan grup A :

Real Madrid 4 - 0 Shakhtar Donetsk
Malmo FF 0 - 2 Real Madrid   
PSG 0 - 0 Real Madrid
Real Madrid 1 - 0 PSG
Shakhtar Donetsk 3 - 4 Real Madrid
Real Madrid 8 - 0 Malmo FF

Babak 16 besar:
Real Madrid berhasil lolos ke babak 16 besar dengan mudah, karena berada di posisi puncak klasemen, disusul oleh PSG sebagai runner up grup A. Pada babak 16 besar ini, Real Madrid bertemu dengan salah satu klub raksasa Serie A yakni AS Roma.

Leg 1 : AS Roma 0 - 2 Real Madrid
Leg 2 : Real Madrid 2 - 0 AS Roma

Babak perempat final:
Lagi, Real Madrid terlihat sangat mudah untuk lolos ke perempat final setelah berhasil mengalahkan AS Roma dibabak 16 besar dengan agregat 4-0 untuk kemenangan Madrid.

Leg 1: Wolfsburg 2 - 0 Real Madrid
Leg 2 :  Real Madrid 3 - 0 Wolfsburg   

Babak semifinal:
Setelah sebelumnya Madrid terlihat cukup mudah meraih kemenangan, namun untuk bisa lolos ke semi final, Real Madrid mendapat kejutan dari Wolfsburg. Pada leg pertama babk perempat final, Real Madrid harus takluk dengan skor 2-0 dari Wolfsburg, yang kemudian dibalas 3-0 pada leg kedua di Santiago Bernabue. Kali ini Madrid harus menghadapi Manchester City yang baru pertama kali lolos ke babak semi final Liga Champions.

Leg 1: Manchester City 0 - 0 Real Madrid
Leg 2 : Real Madrid 1 - 0 Manchester City



Berikut perjuangan Atletico Madrid menuju final Liga Champions:

Penyisihan Grup C:
Pada Penyisihan grup C, Atletico terlihat cukup mudah dalam meraih kemenangan sehingga berhasil menjadi pemuncak klasemen grup C dengan total point 13.

Galatasaray 0 - 2 Atlético Madrid
Atlético Madrid 1 - 2 Benfica   
Atlético Madrid 4 - 0 Astana
Astana 0 - 0 Atlético Madrid
Atlético Madrid 2 - 0 Galatasaray
Benfica 1 - 2 Atlético Madrid

Babak 16 besar:
Atletico lolos ke babak 16 besar setelah berhasil menjadi pemuncak di grup C. Lawan Atletico Madrid pada babak ini adalah PSV.

Leg 1 : PSV 0 - 0 Atlético Madrid
Leg 2 : Atlético Madrid 0 - 0 PSV (Atletico menang adu penalti 8-7)

Babak perempat final:
Setelah sebelumnya cukup alot untuk Atletico lolos ke babak perempat final dengan mengalahkan PSV lewat adu penalti dengan skor 8-7. Akhirnya Atletico berhasil lolos ke perempat final untuk menantang rivalnya di Liga Spanyol yakni Barcelona.

Leg 1 : Barcelona 2 - 1 Atlético Madrid   
Leg 2 : Atlético Madrid 2 - 0 Barcelona

Babak semifinal:
Atletico lolos ke semi final setelah mengalahkan Barcelona dengan agregat 3-2. Pada babak semi final ini, Atletico bertemu dengan lawan yang berat yakni Bayern München. Dan akhirnya Atletico berhasil melaju ke final setelah mengalahkan Bayern München dengan agregat 2-2 karena Atletico berhasil mencetak satu gol tandang.

Leg 1 : Atlético Madrid 1 - 0 Bayern München

Leg 2 : Bayern München 2 - 1 Atlético Madrid

Jumat, 06 Mei 2016

7 Anak Dan Ayah Yang Keduanya Sukses Sebagai Pesepakbola

Orang tua merupakan sosok yang bisa dijadikan tauladan bagi anak-anaknya. Hal ini juga berlaku untuk pesepakbola, kesuksesan sang ayah menjadikan inspirasi bagi dirinya untuk sukses di dunia sepakbola. Tidak jarang juga anak-anak mereka mengikuti jejak ayahnya dengan membela klub yang sama dengan ayahnya. Bahkan dalam beberapa kesempatan anak dan ayah tersebut berada dalam satu tim sebagai pelatih dan pemain.

Berikut 7 Anak Dan Ayah Yang Keduanya Sukses Sebagai Pesepakbola.

7. Ian Wright dan Shaun Wright Philips


​Ian Wright merupakan salah satu penyerang legendaris Inggris, ia juga bersinar di tingkat klub dan sudah menjadi legenda pula di Crystal Palace dan Arsenal. Ian Wright mengumpulkan lima trofi di Arsenal dengan mencetak 185 gol dari 279 penampilan.

Shaun Wright-Phillips merupakan anak angkat dari Ian Wright, walaupun belum mencapai status legenda seperti sang ayah, pencapaiannya di klub dan timnas tidak buruk. Kariernya sebagian besar dihabiskan di Manchester CIty dan Chelsea. Ia mengumpulkan 47 gol dari 275 penampilan di kedua klub tersebut dan memboyong enam trofi juara.

6. Miguel Reina dan Pepe Reina


Miguel Reina merupakan kiper andalan Barcelona dan Atletico Madrid. Ia juga sudah meraih trofi Zamora, penghargaan untuk kiper terbaik Spanyol. Semasa bermain di kedua klub tersebut ia sudah meraih tujuh trofi juara.

Pepe Reina mengikuti jejak ayahnya dengan bermain sebagai kiper juga. Ia sudah mengumpulkan delapan trofi untuk klub yang sebagian besar ia dapatkan di Liverpool. Pepe Reina juga merupakan bagian dari skuat Spanyol pemenang Piala Dunia Afrika Selatan 2010.​

5. Frank Lampard Sr. dan Frank Lampard Jr.


​Ayah anak ini memiliki nama yang sama, sang ayah biasa dipanggil Lampard senior. Sang ayah memang bukan langganan Timnas Inggris, tetapi untuk di tingkat klub, Lampard senior sudah mencapai status legenda. Ia menghabiskan 18 tahun karirnya di West HamUnited dan mengumpulkan dua trofi FA Cup.

Frank Lampard junior memiliki karir yang lebih cemerlang dibanding sang ayah. Di Chelsea ia mengumpulkan 13 trofi juara termasuk tiga kali juara Premier League dan satu kali Champions League. Lampard junior sampai sekarang dianggap sebagai salah satu gelandang terbaik milik Inggris.

4. Cesare Maldini dan Paolo Maldini


​Mereka berdua merupakan ayah dan anak yang paling sukses sebagai pemain. Cesare meraih empat trofi Serie A dan European Champion bersama AC Milan sebagai kapten. Sang anak, Paolo Maldini meraih trofi yang jauh lebih banyak dari sang ayah. Ia meraih 26 trofi selama 25 tahun karirnya bermain di AC Milan, dengan tujuh trofi Serie A dan lima kali juara Champions League.

3. Mazinho, Thiago dan Rafinha Alcantara


​Mazinho merupakan gelandang andalan Brazil ketika mereka menjuarai Piala Dunia AS 1994, Mazinho sempat bermain di Italia sebelum mengakhiri karirnya di Spanyol.

Kedua anaknya, Thiago Alcantara dan Rafinha Alcantara merupakan salah satu talenta terbaik saat ini. Thiago Alcantara yang merupakan jebolan La Masia diproyeksikan untuk menggantikan Xavi sebelum akhirnya pindah ke Bayern Munchen. Sedangkan sang adik, Rafinha sampai sekarang masih bermain di Barcelona.

Yang unik dari kedua anak Mazinho ini adalah mereka berdua bermain di Timnas berbeda. Thiago Alcatantara memilih untuk bermain di Timnas Spanyol sedangkan Rafinha memilih untuk bermain di Brasil.

2. Jean Djorkaeff dan Youri Djorkaeff


​Sang ayah, Jean Djorkaeff menghabiskan sebagian besar karirnya di liga Prancis dan sudah bermain di 500 pertandingan lebih bersama Lyon, Marseille, dan PSG. Jean juga merupakan anggota skuat Prancis di Piala Dunia Inggris 1966.

Karir Youri Djorkaeff lebih mentereng karena dia membawa Prancis juara Piala Dunia Prancis 1998 dan Euro 2000. Selain itu di tingkat klub dia bisa membawa klubnya, PSG dan Inter Milan menjuarai UEFA Cup.

1. Danny Blind dan Daley Blind


​Danny Blind merupakan salah satu pemain tersukses Ajax Amsterdam. Bersama Ajax dia mengumpulkan 17 trofi juara. Ia juga sudah bermain sebanyak 42 kali untuk Timnas Belanda. Sayangnya dia tidak turut dalam skuat Belanda ketika mereka menjuarai Euro 1988.

Daley Blind juga memiliki karier yang terhitung sukses seperti ayahnya. Dia sudah mengumpuklan empat trofi untuk Ajax. Selain itu dia juga merupakan bagian dari skuat Belanda ketika mereka meraih posisi ketiga di Piala Dunia Brasil 2014. Sekarang Daley Blind bermain di Manchester United.

Sekian dan Kunjungi terus FTS90

Rabu, 04 Mei 2016

Jelang leg 2 : Real Madrid Vs Manchester City

Babak semi final Liga Champions musim ini sudah mendapat satu tim yang lolos ke babak final yang akan digelar di San Siro. Pertandingan leg ke 2 yang menentukan siapa yang akan menghadapi Atletico Madrid yang lolos ke final dengan mengalahkan Bayern Munchen 2-1 dini hari tadi, yaitu antara tuan rumah Real Madrid melawan tim yang pertama kali melaju ke semi final Liga Champions yakni Manchester City.

  • ·  Kembalinya Cristiano Ronaldo

Menjelang pertandingan besar pada leg ke 2 antara Real Madrid Vs Manchester City pada semi final Liga Champions, kabar gembira datang dari skuad Los Blancos,  karena pemain andalannya, Cristiano Ronaldo berkesempatan besar kembali bermain.

Hal tersebut diungkap pada akun twitter @realmadriden, Minggu (01/05/2016), yang memperlihatkan Cristiano Ronaldo sudah kembali menjalani sesi latihan bersama para punggawa Real Madrid lainnya sehingga mempertegas peluangnya untuk kembali membela El Real di leg ke 2.

Sebagaimana diketahui, sebelumnya Cristiano Ronaldo sempat absen sebanyak tiga pertandingan yang dilakoni Real Madrid, ia mengalami cedera sehingga membuat pesepakbola berkebangsaan Portugal tersebut harus menjalani proses pemulihan.

"Ronaldo baik-baik saja, dia fit 100%. Dalam sepekan dia sudah berlatih dengan tim utama. Kami bersyukur dia bisa pulih lebih cepat," kata pelatih Madrid, Zinedine Zidane.
"Menghadapi Manchester City, kami harus sabar dan tidak boleh panik. Kami akan memainkan sepak bola seperti biasanya. Tak ada strategi khusus, apalagi untuk mengawal Sergio Aguero yang jadi sosok penting di kubu Manchester City," jelasnya yang dilansir dari situs UEFA.


  • ·  Prediksi

Pada pertandingan leg kedua Semifinal Liga Champions ini diprediksi akan berjalan dengan ketat. Hal ini dikarenakan pada leg pertama kedua tim memperoleh hasil seri dan keduanya sama-sama berambisi untuk lolos ke final Liga Champions, di mana El Real mengincar trofi Un Decima mereka sedangkan The Citizens berhasrat untuk lolos ke partai final Liga Champions untuk pertama kalinya dalam sejarah.

Kemungkinan kedua tim untuk lolos ke final sama-sama besar. Namun pada leg ke 2 ini Real Madrid mendapat keuntungan dengan bermain di kandang sendiri, sedangkan City harus menjalani dua partai tandang berurutan. Tetapi Real Madrid sedikit tidak diuntungkan karena mereka gagal mencetak gol tandang, sehingga mereka tidak boleh membiarkan Manchester City meraih keunggulan gol tandang pada pertandingan ini.

Perkiraan susunan pemain :
Real Madrid:
Navas; Carvajal, Ramos, Pepe, Marcelo; Modric, Kroos, Isco; Bale, Jese, Ronaldo

Man City:
Hart; Sagna, Otamendi, Kompany, Clichy; Fernando, Fernandinho; Navas, De Bruyne, Sterling; Aguero


Prediksi FTS90 pada laga ini adalah 3-1. Bagaimana prediksi Anda?

Sabtu, 30 April 2016

5 Klub Pencetak Pemain Berkelas Setiap Tahunnya

Pada sepakbola modern ini banyak klub yang mengandalkan uang sebagai penghasil prestasi dengan mendatangkan pemain-pemain dan pelatih dari berbagai klub untuk menjuarai kompetisi. Tetapi tidak semua klub mengandalkan cara tersebut banyak klub yang lebih memilih mengorbitkan pemain-pemain akademinya ataupun membeli pemain yang jarang diketahui media dan didatangkan dengan harga murah,

Berikut 5 Klub Yang Selalu Menghadirkan Pemain Berkelas Setiap Tahunnya :

1. SL Benfica


Benfica merupakan klub yang berada di Lisbon, Portugal dan bermarkas di Estadio Da Luz ini sudah banyak mengorbitkan nama-nama yang kelak menjadi pemain-pemain berkelas di klub yang dibelanya seperti Angel di Maria yang memecahkan rekor pembelian termahal Manchester United, David Luiz yang menjadi Bek Termahal, Ramires, Fabio Coentrao, Nemanja Matic, dan Axel Witsel.

2. Ajax Amsterdam


Ajax Amsterdam merupakan salah klub yang paling sukses di eropa,  Ajax sudah menjuarai trophy Champion League sebanyak 4 kali,  Sudah banyak nama-nama pemain kelas dunia yang dihasilkan oleh ajax amsterdam yaitu Zlatan Ibrahimovic, Luis Suarez, Klaas Jan Hunteelar, Dan Wesley Sneijder.

3. Atletico Madrid


Atletico Madrid telah menjadi kekuatan baru persepakbolaan Spanyol yang mampu mengganggu hegemoni persaingan antara Barcelona dan Real madrid ,dan puncaknya terjadi ketika Atletico Madrid mampu menjuarai La Liga pada musim 2013/14. Banyak pemain-pemain berkelas yang telah dihasilkan oleh Atletico sebut saja Kiper Man Utd saat ini yang tampil konsisten menjaga gawang klub asal manchester tersebut yaitu David De Gea, Sergio Aguero yang menjadi ujung tombak Manchester City, Diego Costa, Thibaut Courtois, hingga Fernando torres merupakan pemain hasil binaan Atletico.

4. Barcelona


Sudah kita ketahui akademi yang dimiliki oleh barcelona yaitu La Masia bisa dikatakan akademi sepak bola terbaik sejauh ini, Sudah banyak pemain-pemain dunia yang dihasilkan oleh barcelona , seperti pemain terbaik dunia sebanyak 5 kali yaitu lionel messi, Pedro, Iniesta, Xavi,  mereka semua adalah binaan asli akademi Barcelona tersebut.

5. FC Porto


Fc Porto juga merupakan Klub yang senantiasa menghasilkan pemain-pemain berkelas, sudah banyak pemain hebat yang dibina oleh porto seperti Hulk, Gelandang Real Madrid James Rodriguez, Radamel Falcao, dan saat ini ada Ruben Neves

Sekian dan Kunjungi Terus FTS90




Selasa, 26 April 2016

6 Tim Yang Hanya dan Terlalu Mengandalkan Kiper

Tim yang memiliki kolektivitas bermain sulit ditaklukkan, dan kerap menghasilkan prestasi di akhir musim.
Dalam sepak bola modern, hasil akhir pertandingan tak jarang ditentukan oleh satu pemain, yang memiliki kemampuan melebihi rekan setimnya.

Pemain tersebut tak mesti harus seorang striker, gelandang, atau bek, bahkan kiper juga dapat melakukannya. Penjaga gawang kerap tidak mendapatkan banyak pujian setelah laga berakhir, padahal jika dilihat kembali jalannya pertandingan. Sebagian kiper klub menampilkan aktraksi hebat ketika menepis peluang lawan, dan menjaga gawang tetap clean sheet.

Tim yang memiliki ketergantungan dengan mengandalkan kipernya,  merupakan indikasikan jika pertahanan yang dimiliki tim tersebut buruk alias rapuh dan mudah diterobos lawan. Kondisi tersebut juga bisa berakibat fatal jika sang kiper sudah terlalu lelah akibat bekerja keras untuk mengamankan gawangnya.

Berikut 6 Tim Yang Hanya dan Terlalu Mengandalkan Kiper versi FTS90.

1.) Arsenal  ( Petr Cech )


Pelatih Arsenal, Arsene Wenger membeli Petr Cech dari Chelsea untuk bermain di posisi kiper Arsenal, setelah pada beberapa musim sebelumnya ditempati oleh kiper yang bisa dibilang minim pengalaman seperti Wojciech Szcesny, Vito Mannone, dan Lukasz Fabianski.

Baru semusim dibeli dari Chelsea, Cech yang sudah berpengalaman dan meraih banyak prestasi bersama Chelsea langsung membawa The Gunners bersaing memperebutkan gelar juara Premier League, terakhir kali diraih Arsenal pada 2004.

Ucapan dari kapten Chelsea, John Terry, yang berkata: “memiliki Cech sama saja memberikan banyak poin kepada klub benar adanya”. Inkonsistensi duet bek Arsenal yang dihuni Laurent Koscielny, Gabriel Paulista, dan Per Mertesacker terbantu dengan penyelamatan krusial Cech dalam beberapa laga.

2.) Spanyol ( Iker Casillas )


Apakah Anda masih ingat pada pembukaan Piala Dunia 2014? Laga pembuka tersebut mempertemukan Spanyol melawan Belanda, dimana Tim Oranje membabat habis sang juara bertahan dengan skor telak 5-1, pada 14 Juni 2014. Kekalahan memalukan ini membuat La Furia Roja menjadi juru kunci Grup B.
Seperti dilansir salah satu media, banyak kesalahan yang dilakukan Vicente Del Bosque, sehingga membuat langkah Spanyol dianggap telah terhenti. Salah satu faktor penyebab hal tersebut adalah Timnas Spanyol terlalu mengandalkan Casillas.
Mantan pemain Real Madrid ini menjadi salah satu biang kekalahan telak Spanyol atas Belanda. Beberapa kesalahan dilakukan kiper Porto itu sehingga menyebabkan lahirnya gol untuk timnas Belanda. Salah satu kesalahan Del Bosque adalah terlalu mengandalkan sosok Casillas, padahal dua kiper lainnya yakni David De Gea dan Pepe Reina tampil mengesankan bersama klub mereka.

3.) Manchester United ( David de Gea )

 

Sudah tidak diragukan lagi. Jika bukan David de Gea yang berada di bawah mistar gawang United, bisa jadi The Red Devils berada jauh di papan tengah klasemen Liga Inggris. Pasalnya penyelamatan kiper bernegara Spanyol itu seharga tiga poin bagi United.

Maka tidak salah jika fans United sangat ingin De Gea tetap bermain di Old Trafford, meski Real Madrid sangat bernafsu ingin mendatangkannya ke Santiago Bernabeu. Dengan refleksnya yang bagus, De Gea merupakan pemain terbaik United yang konsisten menjaga gawang tim.

Bukti nyata penyelamatan-penyelamatan krusial De Gea terlihat saat United kalah 0-2 dari Liverpool di leg pertama 16 besar Europa League. De Gea menjaga asa United untuk membalikkan keadaan di leg kedua yang berlangsung di Old Trafford. Jika saja saat itu bukan ia kipernya, bisa jadi United kebobolan lebih dari dua gol.

4.) Swansea City ( Lukasz Fabianski )

 

Kiper yang dibuang oleh Arsene Wenger dari Emirates, Lukasz Fabianski justru bersinar bersama Swansea City. Meski saat ini The Swans dalam misi menjauh dari zona degradasi di bawah asuhan Francesco Guidolin, tapi peran Fabianski tak kalah hebatnya dengan ketangguhan bek sekaligus kapten tim, Ashley Williams.

Fabianski bermain di seluruh laga Swansea saat ini hingga pekan 30 Premier League dan melakukan 81 penyelamatan. Hal itu membuat para fans Swansea ingin jika ia bertahan di Swansea.

5.) AC Milan ( Gianluigi Donnarumma )


AC Milan sejauh ini lebih heboh di bursa transfer musim panas, ketimbang perjalanan di Serie A yang naik turun. Rossoneri mendatangkan Carlos Bacca, Luiz Adriano, Alessio Romanogli, Andrea Bertolacci dan pemain lainnya.

Namun di antara pembelian itu, justru nama kiper lulusan akademi klub AC Milan yang bersinar ktimbang rekrutan anyar, dia adalah Gianluigi Donnarumma. Memulai debut di usia 16 tahun, hingga kini di usianya yang baru berumur 17 tahun.

Pelatih Milan, Sinisa Mihajlovic sangat memercayai kualitasnya meskipun ia minim pengalaman. Dan Donnarumma membayar kepercayaan itu dengan menyingkirkan seniornya seperti Diego Lopez, dan Christian Abbiati.

Ketika banyak pengamat sepak bola Italia meragukan ketangguhan pertahanan Milan, Donnarumma kerap muncul sebagai pahlawan menjaga gawang peraih tujuh trofi Champions League dengan sejumlah clean sheet yang berhasil ia lakukan bersama AC Milan musim ini.

6.) Inter Milan ( Samir Handanovic )

 

Pemain yang dibeli dari Udinese pada 2012, Samir Handanovic, memberikan keuntungan untuk Inter dengan penyelamatan-penyelamatan krusial. Kiper Slovenia berusia 31 tahun selalu jadi pilihan utama La Beneamata, meski kursi pelatih selalu berganti dari Andrea Stramaccioni, Walter Mazzarri, hingga Roberto Mancini saat ini.

Julukan kiper spesialisasi tendangan penalti merupakan status yang diberikan kepadanya. Handanovic tak hanya hebat dan tenang dalam melakukan penyelamatan, namun juga kerap melakukan penyelamatan penalti dan menghindarkan Inter dari kekalahan.


Itulah 6 Tim Yang Hanya dan Terlalu Mengandalkan Kiper versi FTS90.

Baca Juga :



Minggu, 24 April 2016

7 Pemain Perancis Yang Sukses Menaklukkan Kerasnya Liga Inggris

Liga inggris merupakan salah satu liga paling kompetitif di daratan eropa, semua tim bisa bersaing memperebutkan gelar liga inggris , sebagai contoh musim 2015/16 muncul satu nama baru yang berkesempatan menjuarai liga Inggris yaitu Leicester City. Liga Inggris juga salah satu kompetisi yang difavoritkan oleh pemain Perancis. Dari sekian banyak pemain perancis yang mencoba peruntungannya di Inggris, ada yang sukses berhasil menaklukkan kerasnya Liga Inggris,

Berikut Pemain Prancis Yang Berhasil Menaklukkan Liga Inggris.

1. William Gallas 


Meski berposisi asli sebagai bek tengah, namun Gallas juga dikenal memiliki keunggulan tersendiri dengan bisa dimainkan sebagai fullback di kedua sisi lapangan. Kemampuan bertahannya yang istimewa membuat Gallas sempat membela tiga klub besar London sepanjang 12 tahun petualangannya di Premier League: Chelsea, Arsenal, dan Tottenham Hotspur.

Gallas tercatat tampil dalam 321 laga Premier League dan mencetak 26 gol, serta meraih dua gelar juara Premier League beruntun bersama Chelsea. Namanya juga tercantum dalam PFA Team of The Year pada edisi 2002-03 dan juga 2005-06.

2. Patrice Evra 


Dibeli dari AS Monaco pada bursa transfer musim dingin 2006, sempat diragukan perfomanya pada awalnya. Namun perlahan tapi pasti ia mampu merebut kepercayaan Alex Ferguson, dan menjadi bek kiri reguler United selama delapan musim lamanya. Konsistensinya bersama United membuatnya kerap dijuluki sebagai bek kiri terbaik dunia pada masa jayanya.

Kinerja Evra di sisi kiri mampu mempersembahkan lima trofi Premier League, tiga Piala Liga, lima Community Shield, satu gelar Liga Champions, dan satu Piala Dunia Antarklub. Evra mencatatkan total 273 penampilan di Premier League dan terpilih dalam PFA Team of The Year pada tahun 2006-07, 2008-09, dan 2009-10.

3. Patrick Vieira 


Sampai saat ini, Vieira masih kerap dianggap sebagai gelandang tengah paling tangguh di sepanjang sejarah Premier League. Pemain yang sempat gagal berkari di AC Milan ini merupakan kapten sekaligus motor lini tengah skuat The Invincibles Arsenal yang sangat ditakuti di Inggris pada awal dekade 2000-an.

Vieira dikenal sama handalnya dalam bertahan maupun menyerang, kemampuan dan posturnya sebagai gelandang tengah juga sangat ideal. Jiwa kepemimpinannya sebagai kapten juga membuatnya sangat disegani oleh kawan maupun lawan.

Total ia mempersembahkan tiga gelar Premier League, empat Piala FA, dan empat Community Shield untuk Arsenal, dan satu gelar Piala FA untuk Manchester City di akhir karirnya.

4. Robert Pires


Pires terkenal dengan gayanya yang flamboyan sebagai motor serangan Arsenal, dan juga berperan besar dalam skuat legendaris The Invincible. Memiliki kaki kiri yang sangat berbahaya, Pires sangat diwaspadai dengan aksi dribble-nya yang tajam, umpan silangnya yang akurat, dan juga insting golnya yang luar biasa.

Semasa membela Arsenal, ia mencetak 63 gol dan 19 assist dalam 189 laga, angka yang sangat bagus untuk ukuran pemain non-striker. Pires mengantar The Gunners dua kali juara Premier League dan juga tiga kali Piala FA, serta tiga tahun beruntun masuk dalam skuat PFA Team of The Year.

5. Eric Cantona 


Bergabung dengan MU dari Leeds United dengan proses transfer yang cukup unik, Cantona menjadi bagian penting dari awal dominasi The Red Devils di Premier League. Tak ada yang menyangka United mendatangkan Cantona dengan harga 1,2 juta Pounds, dan dengan cepat ia mampu mencuri hati publik Old Trafford.

Selain memiliki kualitas olah bola dan kemampuan mencetak gol yang mumpuni, Cantona juga menjadi idola fans karena sikapnya eksentrik dan juga determinasinya yang tinggi, meski terkadang tempramennya meledak-ledak.

Cantona berperan penting dalam keberhasilan United meraih dua gelar Premier League pertama. Namun saat United berusaha meraih gelar ketiga beruntun, Cantona harus absen cukup lama akibat tendangan kungfunya terhadap fans Crystal Palace pada 22 Januari 1995. Aksi ini dikenal sebagai salah satu kontroversi terbesar di sepakbola Inggris hingga saat ini.

Cantona kembali menjadi tulang punggung United di dua musim selanjutnya yang semuanya berakhir dengan gelar juara. Ia menjadi kapten United di musim 1996-97, sebelum pensiun di usia yang relatif muda, 30 tahun.

6. Nicholas Anelka


Dikenal sebagai striker berjiwa petualang karena dirinya yang sering berpindah-pindah klub, Anelka menghabiskan 13tahun karirnya di Inggris dengan membela enam klub berbeda. Rasio golnya di klub-klub tersebut pun cukup memuaskan, dengan total 125 gol dalam 362 pertandingan.

Namun dari enam klub tersebut, Anelka hanya mampu mengangkat trofi Premier League bersama Arsenal dan Chelsea, plus tiga Piala FA. Secara individu Anelka pernah tercatat sebagai topskor Premier League di tahun 2009 bersama Chelsea, dan terpilih dalam PFA Team of The Year dua kali dengan jarak sepuluh tahun (1998-99 bersama Arsenal, 2008-09 bersama Chelsea).

7. Thierry Henry


Tak bisa dibantah lagi jika Henry akan selalu lekat dengan julukan striker terbaik yang pernah bermain di Premier League. Memiliki dribble maut, dua kaki yang sama hidupnya, serta kemampuan untuk mencetak gol dari berbagai jarak maupun bola mati membuatnya menjadi momok yang ditakuti oleh pertahanan lawan.

Henry saat ini tercatat sebagai pengoleksi gelar topskor Premier League terbanyak, dengan total empat kali. Ia juga enam kali terpilih dalam PFA Team of The Year dan menyabet penghargaan Sepatu Emas Eropa pada tahun 2004 dan 2005.

Bersama Arsenal, Henry mencetak 175 gol di Premier League dalam 258 laga. Secara keseluruhan, ia membukukan 228 gol di seluruh kompetisi yang membuatnya dikenang sebagai pencetak gol sepanjang masa The Gunners. Dua gelar Premier League dan tiga gelar Piala FA yang dipersembahkannya dalam delapan tahun pengabdian membuatnya mendapatkan gelar legenda, dan patung perunggu Henry kini menghiasi sisi luar Emirates Stadium

Itulah artikel tentang 7 Pemain Perancis Yang Sukses Menaklukkan Kerasnya Liga Inggris , 
Sekian dan kunjungi terus FTS90